Home / Advertorial / Bontang

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:21 WIB

Jangan Biarkan Lembaga Adat Hanya Jadi Pajangan, DPRD Bontang Dorong Ambil Peran dalam Pembangunan

Anggota DPRD Bontang, Heri Keswanto.(asr/bentangkaltim.com)

Anggota DPRD Bontang, Heri Keswanto.(asr/bentangkaltim.com)

Bentangkaltim.com, Bontang – DPRD Bontang meminta Lembaga Adat Kutai (LAK) Bontang Kuala tidak berhenti pada fungsi seremonial sebagai penjaga tradisi. Keberadaan lembaga adat dinilai harus mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, mulai dari penataan kawasan wisata, pengelolaan parkir, peningkatan retribusi daerah, hingga menjaga nilai budaya yang menjadi identitas Bontang Kuala.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) gabungan komisi yang membahas penataan lahan parkir, retribusi daerah, serta pemberdayaan Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, beberapa waktu lalu.

Menurut Heri, pemerintah daerah sebenarnya telah memberikan landasan hukum yang cukup melalui peraturan daerah (Perda) maupun peraturan wali kota (Perwali). Karena itu, sudah saatnya lembaga adat memanfaatkan ruang tersebut untuk terlibat lebih aktif dalam berbagai kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia menilai, pembangunan di kawasan Bontang Kuala tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan lembaga adat dinilai penting agar setiap kebijakan tetap memperhatikan nilai budaya dan karakter kawasan pesisir yang selama ini menjadi salah satu ikon Kota Bontang.

Baca juga  Viral Karyawan Apotek yang Tilep Uang 500 Ribu Sehari

“Pemerintah sudah memberikan ruang melalui regulasi yang ada. Tinggal bagaimana lembaga adat dan pemerintah bisa berjalan bersama untuk mendukung pembangunan sekaligus menjaga budaya yang ada,” ujar Heri.

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan keberadaan lembaga adat akan lebih kuat apabila memiliki tata kelola organisasi yang jelas. Karena itu, ia mendorong penyusunan aturan internal sebagai pedoman dalam menjalankan fungsi organisasi, sehingga setiap program memiliki arah yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baginya, lembaga adat tidak cukup hanya hadir dalam kegiatan budaya atau seremoni. Organisasi tersebut harus mampu menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk persoalan sosial, budaya, maupun penataan kawasan.

“Lembaga adat harus memiliki pedoman yang jelas agar keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol,” tegasnya.

Heri juga menyoroti sejumlah persoalan di kawasan Bontang Kuala yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Penataan kawasan, pembangunan fasilitas umum, hingga aktivitas ekonomi masyarakat dinilai perlu dikawal bersama agar tetap selaras dengan karakter budaya yang telah lama tumbuh di wilayah tersebut.

Selain itu, ia mendorong Lembaga Adat Kutai memperkuat komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Kolaborasi itu dinilai dapat membuka peluang kerja sama dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pelestarian situs budaya, pengembangan wisata budaya, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat pesisir.

Baca juga  Guru Terlatih dan Pendidikan Berkualitas, SMPN 3 Bontang Siap Jadi Sekolah Inklusi

Persoalan parkir di kawasan wisata juga menjadi perhatian DPRD. Heri menilai sistem parkir yang tertata bukan hanya menciptakan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor retribusi.

“Penataan parkir harus lebih baik. Perlu ada pengaturan yang jelas agar kawasan wisata lebih tertib, nyaman, dan aman bagi masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

DPRD, lanjut Heri, siap mengawal implementasi seluruh regulasi yang berkaitan dengan keberadaan lembaga adat. Pihaknya juga membuka ruang komunikasi apabila terdapat hambatan yang dihadapi dalam menjalankan fungsi kelembagaan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan Lembaga Adat Kutai dapat menghasilkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mampu menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Bontang Kuala. Dengan keterlibatan aktif lembaga adat, pembangunan dan pelestarian budaya diharapkan berjalan beriringan sehingga manfaatnya

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Bontang

PWI Bontang Gelar UKW Oktober Mendatang, Buka Kelas Muda hingga Utama

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Bontang

Kodim 0908/Bontang Gelar Apel Gabungan, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00