Home / Kaltim

Selasa, 7 April 2026 - 15:22 WIB

Anggaran Renovasi Rp25 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Bentangkaltim, SAMARINDA — Rencana anggaran renovasi rumah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang mencapai sekitar Rp25 miliar menuai sorotan publik. Angka tersebut ramai diperbincangkan, terutama di media sosial, setelah rincian belanja muncul dari dokumen perencanaan pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang bersumber dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk renovasi fisik rumah jabatan, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan operasional dan penunjang fasilitas pemerintahan.

Sejumlah pos anggaran yang mencuat antara lain meliputi rehabilitasi kantor gubernur sekitar Rp6 miliar, renovasi rumah jabatan gubernur sekitar Rp3 miliar, serta perbaikan ruang kerja wakil gubernur yang mencapai lebih dari Rp1 miliar. Selain itu, terdapat pula belanja mebel, perlengkapan rumah tangga, hingga pengadaan peralatan pendukung seperti videotron dan fasilitas dapur.

Baca juga  DPRD Kota Bontang Umumkan Pimpinan Definitif Periode 2024-2029

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjelaskan bahwa kondisi rumah jabatan yang ada saat ini memang sudah lama tidak ditempati dan memerlukan perbaikan menyeluruh. Ia menyebut, renovasi bukan semata untuk estetika, melainkan untuk memastikan bangunan layak fungsi sebagai fasilitas resmi pemerintah.

“Bangunan ini sudah cukup tua dan memang membutuhkan pembenahan. Ini bukan hanya soal tampilan, tetapi juga fungsi dan kelayakan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Seno Aji menambahkan bahwa total anggaran Rp25 miliar tersebut merupakan akumulasi dari puluhan paket kegiatan. Ia menegaskan, anggaran itu tidak sepenuhnya digunakan untuk renovasi rumah jabatan semata.

“Kalau dilihat secara keseluruhan, itu terdiri dari banyak item. Ada operasional, pemeliharaan, dan kebutuhan penunjang lainnya. Jadi bukan satu pekerjaan saja,” jelasnya.

Baca juga  Guru Terlatih dan Pendidikan Berkualitas, SMPN 3 Bontang Siap Jadi Sekolah Inklusi

Meski demikian, besarnya nilai anggaran tetap memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pihak mempertanyakan urgensi dan prioritas penggunaan dana tersebut, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan menantang oleh sebagian warga.

Pengamat kebijakan publik menilai, transparansi dan komunikasi yang jelas dari pemerintah menjadi kunci untuk meredam polemik. Penyampaian informasi yang utuh dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menerima potongan data yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Hingga kini, pemerintah provinsi menegaskan bahwa seluruh proses penganggaran telah mengikuti mekanisme yang berlaku. Namun demikian, perhatian publik terhadap penggunaan anggaran daerah dipastikan akan terus menjadi sorotan ke depan. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina