Home / Kaltim / Nusantara

Senin, 2 November 2026 - 17:23 WIB

Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Pohon di Tahura Bukit Soeharto

Foto : OIKN

Foto : OIKN

Bentangkaltim.com, IKN – Upaya memulihkan kawasan hutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur terus dilakukan. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama komunitas Borneo Kind menanam 1.000 bibit pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kilometer 47 Jalan Poros Samarinda–Balikpapan tersebut menjadi bagian dari gerakan penghijauan untuk membantu memulihkan kondisi lahan bekas kebakaran sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan.

Sejumlah jenis pohon kayu khas Kalimantan ditanam dalam kegiatan ini, di antaranya balangeran, bangris, tengkawang, kapur, gaharu, nyamplung, dan meranti. Selain itu, bibit durian juga ditanam sebagai tanaman multiguna atau Multi-Purpose Tree Species (MPTS).

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan penanaman pohon seharusnya menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, Otorita IKN secara rutin melaksanakan kegiatan penanaman pohon setiap dua minggu sekali. Ia berharap kebiasaan tersebut dapat menginspirasi masyarakat dan berbagai pihak untuk ikut menjaga lingkungan.

Baca juga  Bupati Ardiansyah Resmi Tutup Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2025, Tekankan Semangat Kebersamaan dan Sportivitas

Basuki juga menekankan bahwa pemulihan hutan membutuhkan kerja sama banyak pihak. Pemerintah, instansi kehutanan, komunitas, dan masyarakat perlu bergerak bersama agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif.

Ia pun mendorong agar kegiatan menanam pohon menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kalimantan Timur.

Ketua Borneo Kind, Wawan Irawan, menjelaskan bahwa komunitas yang awalnya beranggotakan para kreator konten tersebut kini membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam berbagai gerakan sosial dan lingkungan.

Menurut Wawan, karhutla menimbulkan dampak besar bagi masyarakat Kalimantan. Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah asap kebakaran yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Karena itu, Borneo Kind menginisiasi gerakan penanaman pohon sebagai salah satu bentuk aksi nyata untuk membantu memulihkan lingkungan yang terdampak kebakaran.

Baca juga  Cuaca Panas Semakin Panjang, Potensi Karhutla Bakal Terjadi, DPRD Samarinda Imbuh Warga Jaga Lingkungan

Wawan berharap kegiatan tersebut dapat menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk peduli terhadap kondisi hutan, termasuk kawasan Tahura Bukit Soeharto yang memiliki beragam flora dan fauna.

Penanaman 1.000 bibit pohon ini merupakan tahap awal dari gerakan Save Our Forest yang digagas Borneo Kind. Wawan memastikan kegiatan serupa direncanakan berlanjut dalam beberapa tahap berikutnya.

Ia berharap gerakan tersebut dapat mendorong pemulihan hutan Kalimantan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan konservasi.

Kolaborasi antara Otorita IKN dan Borneo Kind diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas partisipasi publik dalam pelestarian lingkungan. Melalui aksi nyata dan kerja sama lintas pihak, kawasan yang terdampak karhutla diharapkan dapat pulih secara bertahap dan kembali mendukung kehidupan flora serta fauna di dalamnya. (bai)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Raffi Ahmad Klarifikasi soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Tegaskan Hanya Hadiri Undangan

Kaltim

245 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Kalbar Catat Kasus Terbanyak

Nusantara

Demo Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Angkat Simbol Tiga Jari dan Serukan “Tepati atau Pergi”

Kaltim

TNI AU Kerahkan Lima Pesawat Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Guyur Kalsel dan Kalteng

Kaltim

Tol IKN Ditargetkan Fungsional Saat Nataru 2026, Akses Samarinda Bakal Lebih Singkat

Kaltim

BNPB Catat 19.708 Titik Panas Karhutla di Indonesia, Kalteng Jadi Wilayah Prioritas

Advertorial

DPRD Samarinda Pastikan Ada RDP Lanjutan Soal Kompensasi Lahan Jalan Sambutan–Merdeka

Advertorial

Dampak Karhutla Lebih Terasa, Celni Dorong Pemerintah Pusat Naikan Status jadi Bencana Nasional