Bentangkaltim.com, Sendawar – Pengelolaan keuangan daerah bukan sekadar urusan administratif yang berakhir pada laporan pertanggungjawaban di atas kertas. Di balik setiap angka anggaran, terdapat harapan masyarakat akan hadirnya pembangunan yang merata dan kesejahteraan yang nyata. Kesadaran inilah yang mendasari langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dalam membenahi kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola keuangan.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Kubar, Frederick Edwin, melalui sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kubar, Erik Victory, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Keuangan Daerah di Hotel Midtown, Samarinda, Jumat (6/11/2026).
Bupati memandang bahwa peningkatan kapasitas aparatur merupakan investasi jangka panjang yang krusial untuk menghadapi kompleksitas aturan dan tantangan birokrasi yang kian dinamis.
Melalui forum Bimtek ini, Pemkab Kubar menitikberatkan pembinaan aparatur pada empat pilar utama. Pertama, aparatur didorong untuk terus memperbarui pemahaman terhadap regulasi keuangan terbaru. Kedua, ketelitian dan kecermatan dalam tata usaha keuangan ditekankan sebagai langkah preventif untuk menghindari risiko temuan hukum akibat kesalahan administrasi.
“Ketiga, tata kelola yang akuntabel diposisikan sebagai pilar penting untuk mempertahankan tradisi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, ” urainya.
Terakhir, peserta diinstruksikan untuk memanfaatkan ruang diskusi secara aktif guna menuntaskan berbagai kendala teknis yang kerap ditemui di instansi masing-masing.
Apresiasi tinggi diberikan atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai sangat strategis bagi jalannya roda pemerintahan. Dengan peningkatan kompetensi aparatur pengelola keuangan, Pemkab Kubar optimis instrumen anggaran di Bumi Tanaa Purai Ngeriman dapat dikelola secara semakin tertib, transparan, dan berpihak penuh pada kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.(A/Adv)










