Home / Advertorial / Kaltim

Senin, 1 Desember 2025 - 11:13 WIB

Kutim Cari Pola Bantuan Baru untuk Sumatera di Tengah Ketiadaan Dana Cadangan

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menyiapkan langkah penanganan pascabencana di Sumatera dengan pendekatan yang berbeda dari biasanya.

Meski perhatian terhadap kondisi para korban cukup besar, pemerintah daerah menegaskan bahwa penyaluran bantuan harus dilakukan secara terukur dan sesuai mekanisme resmi.

Situasi anggaran menjadi pertimbangan paling krusial. Tahun ini tidak tersedia dana cadangan yang memungkinkan Pemkab langsung menyalurkan dukungan melalui jalur APBD, sehingga setiap kebijakan perlu melewati proses penelaahan yang lebih ketat.

Pada tahap ini, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya mengikuti arahan pemerintah pusat sebelum melangkah lebih jauh.

“Penyaluran bantuan antardaerah itu punya regulasi tersendiri, dan kita wajib mematuhinya agar tidak menimbulkan persoalan administrasi,” ujarnya.

Selain memperhatikan aturan dari Kemendagri, pemerintah juga menilai perlunya menakar kapasitas fiskal agar program bantuan tidak mengganggu rencana pembangunan yang sedang berjalan.

Baca juga  Kukar Matangkan Persiapan MTQH Kaltim 2026, 13 Lokasi Lomba Disiapkan

Oleh sebab itu, keputusan mengenai dukungan resmi masih menunggu hasil kajian bersama tim anggaran.

Di tengah keterbatasan tersebut, Pemkab membuka kemungkinan menggunakan pola alternatif yang sebelumnya pernah diterapkan. Salah satunya ialah menggalang partisipasi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim untuk menghimpun bantuan secara kolektif.

Model ini pernah dijalankan pada peristiwa bencana besar di Padang pada 2010. Saat itu, kontribusi korporasi menjadi sumber utama pengumpulan dana dan pengiriman bantuan dapat dipercepat tanpa harus bergantung pada anggaran daerah.

Kini pendekatan serupa mulai dipertimbangkan kembali, mengingat banyaknya perusahaan yang telah menunjukkan inisiatif untuk mengumpulkan donasi secara mandiri. Pemkab juga berkomunikasi aktif dengan forum CSR untuk menyusun mekanisme penyaluran yang lebih terkoordinasi.

Baca juga  Bupati Kutim Instruksikan Penguatan Koordinasi OPD untuk Tuntaskan Masalah Pendidikan

Di sisi lain, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh proses tetap berada pada jalur yang sesuai aturan.

“Kami tidak tinggal diam, hanya saja mekanisme bantuan harus disesuaikan dengan kondisi anggaran dan aturan yang berlaku agar semuanya tertib dan tepat sasaran,” tegasnya.

Tak hanya itu, Pemkab juga bersiap menawarkan pendampingan administratif kepada perusahaan apabila skema penggalangan dana diputuskan kembali digunakan. Cara ini dinilai lebih realistis dibanding memaksakan penggunaan anggaran daerah yang belum tersedia.

Dengan langkah-langkah ini, Kutim berharap dapat tetap menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Sumatera yang terdampak bencana sembari menjaga stabilitas keuangan daerah dan komitmen pembangunan yang masih berlangsung.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Investasi SDM Sektor Keuangan, Kunci Pemkab Kubar Wujudkan Belanja Daerah Berdampak Nyata.

Advertorial

APBD Kubar 2027 Resmi Diketok, Bupati Frederick Edwin Pasang Target Anggaran Tepat Sasaran.

Advertorial

Perkuat Budaya Inovasi, PKT Borong Predikat Tertinggi APQO 2026

Advertorial

Dorong Kebangkitan Ekonomi Kreatif dan Budaya Lokal, Pemkab Kubar Resmi Luncurkan Motif Batik Tulis “ITAH OTUR” pada Puncak HUT ke-27.

Advertorial

Bupati Frederick Edwin Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi dan Semangat Gotong Royong pada Momen HUT ke-27 Kutai Barat.

Advertorial

Komitmen Keberlanjutan PKT Diapresiasi Anggota Komisi XII DPR RI

Kaltim

Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Pohon di Tahura Bukit Soeharto

Kaltim

245 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Kalbar Catat Kasus Terbanyak