Home / Advertorial / Bontang

Jumat, 18 September 2026 - 08:38 WIB

PAD Bontang Turun Rp9,98 Miliar, Fraksi PKS-NasDem Desak Pemkot Perkuat Inovasi Pendapatan

Fraksi PKS-NasDem menyampaikan pendapat akhir terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. (Bentangkaltim.com/asr)

Fraksi PKS-NasDem menyampaikan pendapat akhir terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi perhatian Fraksi PKS-NasDem DPRD Kota Bontang dalam pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Fraksi menilai kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kota Bontang untuk memperkuat inovasi dan optimalisasi sumber pendapatan daerah.

Sekretaris Fraksi PKS-NasDem DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menyampaikan PAD Bontang mengalami penurunan sekitar Rp9,98 miliar atau 2,69 persen. PAD yang sebelumnya berada di kisaran Rp371,06 miliar turun menjadi sekitar Rp361,08 miliar.

Catatan tersebut disampaikan Sahib saat membacakan pendapat akhir Fraksi PKS-NasDem terhadap Raperda Perubahan APBD Bontang 2026 dalam rapat paripurna DPRD Bontang.

Menurut Sahib, penurunan PAD tidak boleh hanya dilihat sebagai perubahan angka dalam struktur APBD. Kondisi tersebut perlu menjadi evaluasi terhadap strategi pemerintah daerah dalam menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang tersedia.

Baca juga  Baksos Satu Jiwa Arema Bontang Serahkan 100 Paket Sembako kepada Kaum Dhuafa

“Penurunan PAD harus menjadi bahan evaluasi serius Pemerintah Kota Bontang terhadap upaya-upaya inovasi dan optimalisasi sumber-sumber PAD yang tetap menjaga iklim usaha dan tidak membebani masyarakat,” kata Sahib.

Fraksi PKS-NasDem mendorong peningkatan PAD dilakukan melalui sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan memperbaiki kualitas pelayanan publik sehingga masyarakat maupun pelaku usaha mendapatkan pelayanan yang lebih mudah dan efisien.

Selain itu, digitalisasi juga dinilai penting untuk memperbaiki sistem pemungutan pendapatan daerah. Digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan transparansi sekaligus memudahkan pemerintah melakukan pengawasan terhadap potensi penerimaan.

Fraksi juga menyoroti pentingnya memperbaiki tata kelola pemungutan dan memperkuat pengawasan untuk mencegah potensi kebocoran pendapatan daerah.

Tidak kalah penting, Sahib menyebut aset daerah perlu dikelola secara lebih produktif. Menurutnya, optimalisasi aset dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat PAD tanpa harus menambah beban masyarakat.

Baca juga  Gaji Guru Honorer di NTT Berkisar Rp200 Ribuan

“Peningkatan PAD harus dibangun melalui pelayanan publik yang baik, digitalisasi dan perbaikan tata kelola pemungutan, pengawasan terhadap potensi kebocoran serta pengelolaan aset daerah yang lebih produktif,” jelasnya.

Meski memberikan catatan terhadap penurunan PAD, Fraksi PKS-NasDem tetap menyatakan menerima dan menyetujui Raperda Perubahan APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Persetujuan tersebut diberikan dengan catatan seluruh rekomendasi dan komitmen perbaikan yang telah disampaikan dalam pembahasan harus diperhatikan dan ditindaklanjuti Pemkot Bontang.

Fraksi PKS-NasDem berharap kebijakan anggaran ke depan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus tetap menjaga iklim usaha. Dengan begitu, peningkatan pendapatan daerah dapat berjalan beriringan dengan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Bontang.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Fraksi ADB Minta Penyertaan Modal BUMD Bontang Beri Manfaat Terukur dan Dividen Jelas

Advertorial

Fraksi ADB Minta APBD Bontang 2027 Perkuat Kebijakan Kesehatan Mental dan Cegah Bunuh Diri

Advertorial

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi ADB Soroti Kondisi Fiskal dan Ketergantungan Transfer

Advertorial

Fraksi PKB Soroti Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar di APBD Bontang 2027

Advertorial

APBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PKB Minta Belanja Berpihak ke Masyarakat

Advertorial

Winardi Soroti Anggaran Infrastruktur dan Pengendalian Banjir Bontang

Advertorial

Fraksi PDIP Soroti Rp402 Miliar Kurang Bayar DBH dalam RAPBD Bontang 2027

Advertorial

PAD Bontang 2027 Masih Bergantung Transfer, Fraksi PDIP Minta Strategi Lebih Terukur