Bentangkaltim, Kaltim – Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua pelajar terbaik asal Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang berhasil lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026 yang akan bertugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, 17 Agustus mendatang.
Mereka adalah Julita Rista Lestari, siswi SMA Negeri 1 Tabang, Kutai Kartanegara, serta Gus Luthfy Azka Nararya, siswa SMA YPVDP Kota Bontang. Keduanya sukses melewati serangkaian tahapan seleksi yang ketat mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Timur. Di tengah persaingan yang sangat kompetitif, kedua pelajar ini mampu menunjukkan kualitas terbaiknya, baik dari segi fisik, mental, intelektual, maupun karakter kebangsaan yang menjadi syarat utama seorang Paskibraka Nasional.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur, Arih Franata Filipus Sembiring, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju tingkat nasional bukanlah hal yang mudah. Seleksi tingkat provinsi yang digelar pada 3 hingga 9 Mei 2026 diikuti oleh 60 pelajar terbaik dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim. Dari proses tersebut, hanya enam peserta terbaik yang berhak mengikuti seleksi tingkat pusat yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Dari enam wakil terbaik Kalimantan Timur yang mengikuti seleksi nasional, dua di antaranya berhasil lolos dan akan mewakili daerah pada upacara kenegaraan di Jakarta,” demikian disampaikan dalam berbagai laporan media lokal.
Keberhasilan Julita dan Gus Luthfy tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pembinaan generasi muda di daerah. Keduanya akan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan bersama perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia sebelum bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di hadapan Presiden Republik Indonesia.
Bagi Kota Bontang, capaian Gus Luthfy Azka Nararya menjadi kebanggaan tersendiri. Prestasi ini melanjutkan tradisi lahirnya generasi muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional. Berbagai ucapan selamat dan dukungan pun mengalir dari masyarakat, sekolah, hingga komunitas Purna Paskibraka yang berharap ia dapat memberikan penampilan terbaik saat bertugas nanti.
Sementara itu, Julita Rista Lestari menjadi representasi semangat generasi muda dari wilayah pedalaman Kutai Kartanegara yang mampu membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi. Semangat, disiplin, dan kerja keras yang ditunjukkannya menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kalimantan Timur.
Prestasi yang diraih kedua pelajar ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda Kalimantan Timur untuk terus mengembangkan potensi diri, memperkuat jiwa nasionalisme, serta berani bersaing di tingkat nasional. Sebab menjadi Paskibraka bukan sekadar kehormatan mengibarkan bendera negara, tetapi juga simbol dedikasi, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Kini, harapan masyarakat Kalimantan Timur tertuju kepada Julita dan Gus Luthfy. Dengan semangat Benua Etam yang mereka bawa, keduanya diharapkan mampu mengharumkan nama daerah dan menjadi bagian dari sejarah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara tahun 2026. (bai)









