Bentangkaltim.com, Samarinda- Rentetan kasus bunuh diri di Jembatan Mahakam Samarinda kerap terulang hampir setiap bulan ada saja kasus tersebut hingga meninggal dunia.
Oleh sebab itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahrony Pasie mendorong agar adanya pengaman jembatan Mahakam sebagai upaya untuk melakukan pencegahan terhadap kasus bunuh diri di jembatan tersebut.
“Kami mendorong supaya diperkatat pengamanan seperti pangar di jembatan itu supaya ada pencegahan terhadap orang yang mau melompat dan bunuh diri di jembatan,” ungkapnya.
Kasus bunuh diri di jembatan itu, disebutkan Novan, kebanyakan masalah keluarga, ekonomi, asmara, maupun masalah pribadi penuh tekanan psikologi sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara yang instan.
“Selain pengamanan jembatan juga tentu kita semua harus ikut andil dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada mereka yang secara psikologi dan kesehatan mentalnya tergangu hingga berujung pada kasus bunuh diri,” tuturnya.
Karena itu, kata Novan, keluarga, ketua RT, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sekitar dinilai memiliki peran penting untuk mengenali tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami tekanan.
“Kalau kita melihat kondisi jembatan saat ini, fasilitas pengaman untuk pejalan kaki yang langsung berbatasan dengan sungai masih minim. Pemasangan pagar pengaman perlu dipertimbangkan agar bisa menjadi salah satu langkah pencegahan,” katanya.
Politisi Golkar itu berharap kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental terus meningkat sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan kasus bunuh diri di Samarinda dapat ditekan.
(ard/lal/adv)









