Home / Advertorial / Bontang

Sabtu, 12 September 2026 - 08:03 WIB

SiLPA Bontang Anjlok Rp145 Miliar, Fraksi PKS-NasDem Ingatkan Belanja Modal Jangan Terpangkas

Ketua Fraksi PKS-NasDem DPRD Bontang Suharno membacakan pandangan umum fraksinya terkait nota keuangan atas Raperda Perubahan APBD Bontang 2026. (Bentangkaltim.com/asr)

Ketua Fraksi PKS-NasDem DPRD Bontang Suharno membacakan pandangan umum fraksinya terkait nota keuangan atas Raperda Perubahan APBD Bontang 2026. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Ruang fiskal Pemerintah Kota Bontang semakin terbatas dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. Fraksi PKS-NasDem DPRD Bontang menyoroti koreksi SiLPA hingga Rp145,37 miliar yang ikut berdampak pada pemangkasan belanja daerah, terutama belanja modal.

Catatan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS-NasDem DPRD Bontang Suharno dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi, Selasa (8/9/2026).

Suharno mengatakan, penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) turun sekitar 44,93 persen. Dari proyeksi sebelumnya sekitar Rp323,8 miliar, SiLPA dalam perubahan APBD menjadi sekitar Rp178 miliar.

“Hal paling krusial yang kami soroti adalah penurunan drastis penerimaan pembiayaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berjalan,” ujarnya.

Menurut dia, tambahan pendapatan daerah sekitar Rp26,38 miliar belum mampu mengimbangi koreksi SiLPA tersebut. Kondisi ini membuat ruang fiskal Bontang semakin sempit.

Baca juga  DPRD Bontang Soroti Optimalisasi Retribusi, Bonnie Sebut PAD Penopang Utama Pembangunan Daerah

Fraksi PKS-NasDem meminta Pemkot Bontang memperbaiki akurasi proyeksi anggaran agar perbedaan antara perencanaan dan realisasi SiLPA tidak kembali terjadi.

Dampaknya terlihat pada belanja daerah. Dalam APBD Perubahan 2026, belanja daerah berkurang sekitar Rp124,98 miliar atau 5,60 persen menjadi sekitar Rp1,97 triliun.

Belanja modal menjadi salah satu pos yang mengalami pemangkasan cukup besar. Anggarannya terkoreksi sekitar 15,71 persen atau lebih dari Rp84 miliar. Belanja operasi turun sekitar Rp31,34 miliar, sedangkan belanja tidak terduga berkurang Rp3,21 miliar.

Suharno menyebut efisiensi tetap diperlukan. Namun, proyek yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat diminta tidak menjadi korban rasionalisasi anggaran.

Baca juga  Jelang Pemilu, Lurah Satimpo Ajak Warganya Gunakan Hak Suara dengan Bijak

“Kami mendukung penundaan kegiatan yang tidak mendesak dan efisiensi belanja pendukung. Namun, rasionalisasi belanja modal jangan sampai mengorbankan proyek yang langsung menyentuh pelayanan dasar masyarakat,” tegasnya.

Fraksi PKS-NasDem juga mengapresiasi komitmen Pemkot Bontang mempertahankan mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen dan alokasi infrastruktur pelayanan publik sebesar 42,4 persen.

Selain itu, Pemkot diminta transparan mengenai penggunaan dana tambahan sekitar Rp19,26 miliar pada 2026. Fraksi mendorong dana tersebut diarahkan untuk pengembangan SDM dan tenaga kerja lokal, infrastruktur pelayanan publik, serta percepatan penanganan stunting.

Suharno juga meminta penyerapan APBD dipercepat agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan dan anggaran menjelang akhir tahun.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Fraksi ADB Minta Penyertaan Modal BUMD Bontang Beri Manfaat Terukur dan Dividen Jelas

Advertorial

Fraksi ADB Minta APBD Bontang 2027 Perkuat Kebijakan Kesehatan Mental dan Cegah Bunuh Diri

Advertorial

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi ADB Soroti Kondisi Fiskal dan Ketergantungan Transfer

Advertorial

Fraksi PKB Soroti Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar di APBD Bontang 2027

Advertorial

APBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PKB Minta Belanja Berpihak ke Masyarakat

Advertorial

Winardi Soroti Anggaran Infrastruktur dan Pengendalian Banjir Bontang

Advertorial

Fraksi PDIP Soroti Rp402 Miliar Kurang Bayar DBH dalam RAPBD Bontang 2027

Advertorial

PAD Bontang 2027 Masih Bergantung Transfer, Fraksi PDIP Minta Strategi Lebih Terukur