Home / Advertorial / Bontang

Minggu, 20 September 2026 - 11:00 WIB

Pasokan Listrik Bontang Hanya 50 MW, DPRD Pertanyakan Kebutuhan Daya dan Nasib Pelanggan PLN

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi mempertanyakan kebutuhan daya listrik di Kota Bontang. (Bentangkaltim.com/asr)

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi mempertanyakan kebutuhan daya listrik di Kota Bontang. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Kapasitas pembangkit listrik di Bontang yang mampu menyuplai sekitar 50 megawatt (MW) menjadi perhatian DPRD di tengah pemadaman bergilir yang berlangsung sejak pertengahan Agustus 2026. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bontang.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi meminta PT PLN (Persero) memberikan penjelasan terperinci mengenai keseimbangan antara kapasitas pembangkit, kebutuhan listrik, dan distribusi daya. Menurutnya, persoalan tersebut harus dijelaskan secara terbuka agar masyarakat mengetahui penyebab gangguan yang berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari.

Hal itu disampaikan politisi PDI Perjuangan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi B DPRD Bontang dan PLN.

Dalam rapat tersebut, perwakilan PT PLTMG Bontang menyampaikan bahwa kapasitas maksimal pembangkit yang dapat disuplai ke sistem mencapai sekitar 50 MW. Kapasitas tersebut berasal dari pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) dan pembangkit diesel yang dioperasikan secara maksimal.

Baca juga  MYC di Kutim Tak Sembarangan, PUPR Pastikan Hanya Proyek Prioritas

Namun, ketika Winardi mempertanyakan kebutuhan listrik khusus wilayah Kota Bontang, pihak PLN menyebut beban rata-rata mencapai sekitar 70 MW. Angka tersebut berbeda dengan total beban wilayah UP3 Bontang yang mencakup ULP Bontang Kota dan ULP Sangatta, yakni sekitar 170 MW.

Perbedaan angka tersebut menjadi salah satu poin yang diminta Winardi untuk diperjelas, terutama mengenai sumber pasokan tambahan yang menopang kebutuhan listrik masyarakat.

“Kalau kita bicara Bontang kota, berapa sebenarnya kebutuhan dayanya? Kita punya pembangkit sendiri, industri besar juga punya pembangkit sendiri. Jadi, data ini harus jelas,” ujarnya.

Winardi menegaskan, persoalan listrik tidak bisa hanya dipandang dari sisi teknis maupun bisnis perusahaan. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang menjalankan pelayanan publik, PLN harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas.

Baca juga  Buka Konferensi PWI Berau, Rahman Ingatkan Pentingnya Organisasi Profesi

Ia mencontohkan pelanggan listrik prabayar yang telah membeli token, tetapi tidak dapat menggunakan listrik ketika pemadaman berlangsung. Situasi tersebut dinilai merugikan warga, terutama pelaku usaha kecil yang membutuhkan pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

“Orang membeli voucher Rp200 ribu dengan harapan bisa memasak atau berjualan. Ketika listrik dimatikan selama berjam-jam, aktivitas mereka ikut terhenti,” tegasnya.

Winardi meminta PLN tidak hanya menyampaikan jadwal pemadaman, tetapi juga menjelaskan besaran defisit daya, penyebab gangguan, serta langkah konkret untuk mengatasi persoalan pasokan listrik.

Ia berharap hasil RDP dapat diteruskan kepada jajaran PLN yang berwenang mengambil keputusan sehingga persoalan kelistrikan di Bontang segera mendapat penanganan menyeluruh.

Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap upaya perbaikan layanan akan lebih mudah diperoleh apabila PLN bersikap terbuka dan memberikan kepastian mengenai kondisi kelistrikan di daerah.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri