Home / Advertorial / Bontang

Jumat, 25 September 2026 - 08:11 WIB

APBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PKB Minta Belanja Berpihak ke Masyarakat

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Bontang Bonnie Sukardi membacakan pandangan fraksi atas Raperda APBD 2027 melalui rapat paripurna. (Bentangkaltim.com/asr)

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Bontang Bonnie Sukardi membacakan pandangan fraksi atas Raperda APBD 2027 melalui rapat paripurna. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Fraksi PKB DPRD Bontang menyoroti kondisi fiskal dalam penyusunan APBD 2027. Ketergantungan terhadap dana transfer dinilai perlu menjadi perhatian agar pembangunan tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, menyampaikan pendapatan daerah dalam RAPBD 2027 direncanakan mencapai Rp1,953 triliun. Sementara belanja daerah sebesar Rp2,003 triliun dengan penerimaan pembiayaan Rp50 miliar dari SiLPA.

Dari struktur pendapatan tersebut, transfer masih menjadi sumber terbesar, yakni sekitar Rp1,534 triliun atau 78,55 persen.

Baca juga  Rasman Sebut Kejurnas Panahan HUT TNI Ke 79 Bagian Dari Proyeksi Dukungan Terhadap Pembibitan Atlet

“Keterbatasan fiskal bukan alasan untuk mengurangi keberpihakan APBD kepada masyarakat,” kata Bonnie dalam pandangan umum Fraksi PKB pada Rapat Paripurna DPRD Bontang, Senin (21/9).

Menurutnya, kondisi tersebut harus mendorong Pemkot Bontang memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, peningkatan PAD tidak boleh dilakukan dengan membebani masyarakat kecil maupun menghambat dunia usaha.

Fraksi PKB mendorong perbaikan basis data, digitalisasi, optimalisasi aset daerah, penguatan ekonomi lokal, serta penciptaan iklim usaha yang sehat.

Baca juga  DPRD Bontang Ingatkan Pemkot Jangan Gegabah Serahkan Pengelolaan Beras Basah ke Investor

Bonnie juga menekankan pentingnya kualitas belanja. Efisiensi anggaran, menurutnya, tidak sekadar memangkas belanja, tetapi harus diukur dari manfaat yang diterima masyarakat.

“Efisiensi harus diukur dari seberapa besar belanja tersebut menghasilkan manfaat dan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Fraksi PKB meminta setiap perangkat daerah memiliki indikator output, outcome, penerima manfaat, dan dampak program agar APBD 2027 tidak berhenti pada besaran anggaran.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Fraksi ADB Minta Penyertaan Modal BUMD Bontang Beri Manfaat Terukur dan Dividen Jelas

Advertorial

Fraksi ADB Minta APBD Bontang 2027 Perkuat Kebijakan Kesehatan Mental dan Cegah Bunuh Diri

Advertorial

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi ADB Soroti Kondisi Fiskal dan Ketergantungan Transfer

Advertorial

Fraksi PKB Soroti Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar di APBD Bontang 2027

Advertorial

Winardi Soroti Anggaran Infrastruktur dan Pengendalian Banjir Bontang

Advertorial

Fraksi PDIP Soroti Rp402 Miliar Kurang Bayar DBH dalam RAPBD Bontang 2027

Advertorial

PAD Bontang 2027 Masih Bergantung Transfer, Fraksi PDIP Minta Strategi Lebih Terukur

Advertorial

Fiskal Bontang Terbatas, Gerindra Dorong Pemkot Maksimalkan Dana di Luar APBD