Home / Bontang

Rabu, 27 Agustus 2025 - 07:28 WIB

BNNK Kota Bontang Segera Gelar Tes Urine untuk Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan ASN

Bentangkaltim, Bontang – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang akan segera melaksanakan program deteksi dini berupa tes urine bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya serius untuk memastikan para ASN terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, menegaskan bahwa program tes urine ini didukung penuh oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang. “Program tes urine akan berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah,” ujar Lulyana.

Kerjasama erat juga tengah dilakukan antara BNN dan Polres Bontang untuk menelusuri kemungkinan peredaran narkoba di lingkungan ASN. Program ini diharapkan mampu melakukan deteksi secara efektif dan memberikan langkah pembinaan yang tepat bagi pegawai yang terindikasi bermasalah, termasuk rehabilitasi. Sanksi berupa tindakan disiplin nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Bontang.

Baca juga  Menuju Pra Popnas Kendari, Tim Sepakbola Muda Kaltim Membawa Target Tinggi

“Tes urine akan dilakukan secara acak minimal terhadap 5 persen ASN. Tinggal menunggu waktunya,” tambah Lulyana.

Program ini muncul di tengah fakta bahwa pada tahun 2024 lalu, pihak BNNK berhasil menjaring tiga oknum pegawai yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Dua di antaranya merupakan tenaga honorer dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), serta satu orang ASN dari Kelurahan Gunung Telihan.

Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kembali menjadi sorotan karena seringnya personil di instansi tersebut terlibat dalam kasus narkoba. Bahkan, beberapa tenaga kontrak daerah (TKD) dari dinas tersebut pernah tertangkap sebagai pengedar sabu.

Baca juga  SDN 011 Bontang Selatan, Mengasah Bakat Non-Akademik di Tengah Keterbatasan

Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, mengingatkan pentingnya peran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk melakukan pemantauan ketat pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap rawan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“BKPSDM harus aktif melakukan pendampingan dan tes urine, terutama jika ada informasi atau kecurigaan. Jangan lupa rutin berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH),” tegas Neni.

Diharapkan seluruh ASN dan TKD dapat memegang teguh slogan Ber-Akhlak, yang mencakup nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, guna menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan bebas narkoba. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Usung Semangat Kartini, Srikandi Pupuk Kaltim Dorong Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Bontang

Pengurus PWI Bontang Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Dorong Wartawan Profesional dan Berintegritas

Bontang

Neni Moerniaeni Dorong Kurban Mandiri, OPD Tak Lagi Gunakan APBD

Bontang

Kenaikan LPG Nonsubsidi Tekan Daya Beli Warga Bontang

Bontang

Mutasi ASN Pemkot Bontang, Ratusan Pejabat Berganti Posisi, Simak Daftar Lengkapnya

Bontang

Besok, Bontang Lakukan Mutasi Pejabat: Siapa yang Bergeser?

Bontang

Nahkoda Baru NPCI Bontang, Harapan Baru Prestasi Atlet Disabilitas

Bontang

Seorang Pria Ditangkap Polisi Usai Jatuhkan Barang Bukti Jenis Sabu di Kawasan Bontang Utara