Bontang,- Polemik penerapan retribusi di kawasan wisata Kampung Atas Air Bontang Kuala menjadi perhatian luas masyarakat Kota Bontang dalam beberapa hari terakhir. Simulasi penarikan retribusi yang dilakukan pemerintah menuai beragam respons, mulai dari dukungan terhadap upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga kekhawatiran warga dan pelaku usaha yang menilai kebijakan tersebut berpotensi menurunkan kunjungan wisatawan.
Menindaklanjuti keresahan yang berkembang, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang menghadiri mediasi bersama sejumlah pihak terkait di Aula Kelurahan Bontang Kuala, Minggu (10/5/2026). Pertemuan tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Bontang dan turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah, Asisten II, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Lembaga Adat Bontang Kuala, perwakilan masyarakat, hingga pelaku UMKM setempat.
Mediasi berlangsung cukup dinamis. Warga menyampaikan keberatan terhadap rencana tarif masuk kawasan wisata Bontang Kuala yang dinilai belum melalui sosialisasi secara menyeluruh. Sejumlah pelaku UMKM juga mengaku khawatir kebijakan tersebut berdampak langsung pada jumlah pengunjung dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sektor wisata dan kuliner.
Isu ini bahkan menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai grup masyarakat di Bontang. Banyak warga mempertanyakan urgensi penerapan retribusi di tengah kondisi kunjungan wisata yang dinilai belum sepenuhnya stabil. Beberapa media lokal juga menyoroti kondisi Bontang Kuala yang disebut mengalami penurunan jumlah pengunjung pasca uji coba retribusi diberlakukan.
Dalam forum mediasi, pemerintah menegaskan bahwa simulasi retribusi dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan wisata dan optimalisasi PAD sektor pariwisata. Namun demikian, aspirasi masyarakat menjadi perhatian utama sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme maupun besaran tarif yang dianggap tidak memberatkan pengunjung maupun warga setempat.
Sebagai langkah meredam situasi yang berkembang di tengah masyarakat, simulasi retribusi di kawasan wisata Bontang Kuala diputuskan dihentikan sementara selama satu pekan ke depan. Penghentian sementara ini dilakukan sambil menunggu kajian lanjutan yang akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan warga dan pelaku usaha di Bontang Kuala.
Pemerintah juga memastikan bahwa pembahasan terkait retribusi tidak berhenti pada mediasi tersebut. Dalam waktu dekat, seluruh pihak terkait akan kembali diundang untuk membahas formulasi terbaik mengenai penerapan retribusi kawasan wisata, termasuk mekanisme pengelolaan, skema tarif, hingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Keputusan penghentian sementara simulasi retribusi disambut positif oleh sebagian warga. Mereka berharap pemerintah dapat menemukan solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan daerah dan keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Kota Bontang. (bai)










