Bontang, – Festival Kampung Bawis yang digelar di Kampung Bawis, Kelurahan Berbas Pantai, Sabtu (9/5/2026), berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan masyarakat memadati kawasan pesisir untuk menyaksikan berbagai perlombaan seru yang menjadi daya tarik utama dalam festival tahunan tersebut.
Sorak sorai penonton pecah saat Lomba Balap Ketinting dimulai. Sebanyak 9 peserta memacu perahu ketinting mereka membelah perairan Kampung Bawis dengan kecepatan tinggi. Adu cepat mesin tradisional di atas ombak menjadi tontonan paling menegangkan sekaligus menghibur bagi warga yang memadati bibir pantai. Semangat para peserta dan dukungan penonton menciptakan suasana festival yang hidup sejak pagi hari.
Tak kalah menarik, Lomba Kreasi Masakan Bawis juga menyedot perhatian pengunjung. Sebanyak 16 tim yang masing-masing terdiri dari tiga orang berlomba menyajikan olahan ikan bawis dengan cita rasa khas dan tampilan kreatif. Aroma masakan khas pesisir berpadu dengan kesibukan para peserta di area lomba menghadirkan nuansa hangat dan penuh kekeluargaan. Beragam menu unik berbahan dasar ikan bawis berhasil memanjakan lidah dewan juri maupun pengunjung yang hadir.
Sementara itu, panggung hiburan semakin semarak lewat Lomba Karaoke yang diikuti 15 peserta. Gelak tawa dan tepuk tangan penonton terus mengiringi penampilan para peserta yang tampil percaya diri membawakan lagu favorit mereka. Tidak sedikit peserta yang sukses menghibur penonton dengan aksi panggung yang atraktif dan suara yang memukau.
Festival tersebut turut dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang Akhmad Suharto, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Shemmy Permata Sari, Camat Bontang Selatan, serta Lurah Berbas Pantai.

Dalam sambutan mewakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Bontang, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Kota Bontang Doddy Rosdian menyampaikan bahwa Festival Kampung Bawis menjadi salah satu upaya mengembangkan ekonomi kreatif dengan menyandingkan budaya serta kearifan lokal masyarakat pesisir.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Dalam kesempatan itu, Neni juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi laut dari pencemaran plastik melalui Gerakan Sampah Tuntas (GESIT). Ia berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh seiring berkembangnya potensi wisata dan ekonomi kreatif di kawasan pesisir Berbas Pantai. (bai)










