Home / Advertorial / Bontang

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:58 WIB

DPRD Bontang Minta Retribusi Mini Soccer Tak Sekadar Pungut Biaya, Fasilitas Harus Berkualitas

Fasilitas lapangan minisoccer direncanakan akan dipungut retribusi oleh Pemkot Bontang. (ist)

Fasilitas lapangan minisoccer direncanakan akan dipungut retribusi oleh Pemkot Bontang. (ist)

Bentangkaltim.com, Bontang – Rencana Pemerintah Kota Bontang memberlakukan retribusi penggunaan lapangan mini soccer HOP 1 mendapat perhatian DPRD. Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menegaskan kebijakan tersebut dapat diterapkan sepanjang tarif yang dibebankan kepada masyarakat masih rasional dan diikuti peningkatan kualitas pelayanan.

Menurut Winardi, keberadaan retribusi bukan semata-mata untuk menambah pemasukan daerah, melainkan menjadi sumber pembiayaan pemeliharaan fasilitas agar tetap layak digunakan. Karena itu, masyarakat harus memperoleh pelayanan yang sebanding dengan biaya yang dibayarkan.

Ia menjelaskan, pengaturan retribusi fasilitas olahraga merupakan bagian dari perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang pajak dan retribusi daerah. Regulasi tersebut merupakan usulan pemerintah daerah yang disusun menyesuaikan ketentuan pemerintah pusat.

“Perda itu tidak bisa berdiri sendiri. Ketika aturan di tingkat kementerian berubah, pemerintah daerah juga wajib melakukan penyesuaian,” ulasnya.

Politikus tersebut mengungkapkan, proses penyusunan regulasi telah melalui berbagai tahapan. Mulai dari penyusunan naskah akademik, konsultasi publik, hingga harmonisasi bersama Kementerian Hukum dan HAM. Dengan proses yang sudah berjalan itu, menurutnya, penerapan aturan tidak bisa terus ditunda.

Baca juga  Pemadaman Listrik Bontang Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Tahun, DPRD Minta PLN Perkuat Informasi

Meski demikian, Winardi mengingatkan agar pemerintah tidak menjadikan fasilitas olahraga publik sebagai objek yang berorientasi mencari keuntungan. Ia menilai retribusi sebaiknya difokuskan untuk menutup biaya operasional dan pemeliharaan sehingga beban APBD dapat dikurangi.

“Kalau saya, paling tidak biaya maintenance lapangan bisa tertutupi dari penggunaan. Jangan semuanya kembali dibebankan ke APBD,” ujarnya.

Ia mencontohkan, apabila tarif penggunaan lapangan ditetapkan sekitar Rp250 ribu per jam, nominal tersebut masih tergolong wajar apabila digunakan secara bersama-sama. Dengan asumsi satu pertandingan diikuti dua tim atau sekitar 16 pemain, beban biaya yang ditanggung masing-masing orang dinilai tidak terlalu besar.

Namun, Winardi memberi catatan tegas kepada organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola. Penerapan retribusi harus diiringi peningkatan kualitas fasilitas sehingga pengguna benar-benar merasakan manfaat dari biaya yang dikeluarkan.

Baca juga  Profesional di Tengah Tekanan Fiskal, PUPR Kutim Jamin Pembangunan Tetap Sesuai Koridor Anggaran

Menurutnya, kondisi lapangan harus selalu terawat. Begitu pula fasilitas pendukung seperti toilet, ketersediaan air bersih, ruang ganti, hingga kebersihan lingkungan sekitar wajib menjadi perhatian utama. Jangan sampai masyarakat diminta membayar, tetapi fasilitas yang diterima justru jauh dari standar pelayanan yang baik.

“Jangan sampai sudah dikenakan tarif tetapi sarana penunjangnya tidak memadai. Itu yang nantinya bisa menimbulkan keluhan masyarakat,” tegasnya.

Winardi menilai kenyamanan masyarakat tetap harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan fasilitas publik. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan pelayanan berjalan optimal apabila retribusi resmi diberlakukan.

Selain aspek pelayanan, ia juga meminta besaran tarif yang nantinya ditetapkan benar-benar memperhitungkan kemampuan masyarakat. Dengan begitu, lapangan mini soccer tetap dapat diakses berbagai kalangan tanpa menimbulkan beban berlebihan bagi komunitas olahraga maupun warga yang rutin memanfaatkan fasilitas tersebut. (ASR/ADV DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Bontang

PWI Bontang Gelar UKW Oktober Mendatang, Buka Kelas Muda hingga Utama

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Bontang

Kodim 0908/Bontang Gelar Apel Gabungan, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00