Home / Advertorial / Kaltim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:48 WIB

DPRD Samarinda Sebut Masalah Pedagang Pasar Pagi Perlu Ditata Kembali

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal. (Bentangkaltim.com/ist).

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda- Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal menyoroti permasalahan Pasar Pagi pasca revitalisasi bukan menjadi solusi melainkan banyak persoalan yang muncul.

Misalkan kata Joha, para pedagang kini merasa barang dagangannya kurang laku dan pengunjung setiap hari semakin menurun.

“Bahkan penentuan tempat untuk berjualan juga masih menjadi keluhan para pedagang,” sebut Joha.

Sebab itu, Joha mendorong agar instansi terkait harus mempunyai perhatian lebih kepada para pedagang Pasar Pagi untuk menyelesaikan persoalan mulai dari penataan agar tidak hanya menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan tertib, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha para pedagang berjalan secara optimal.

Baca juga  Menjelang Tenggat, Polemik Tahura Bukit Soeharto Kian Menghangat

“Ada permainan sistem pencatatan administratif penempatan lapak diduga adanya kedekatan secara emosional,” tuturnya.

Selain itu, kata Joha para pedagang juga mengeluhkan adanya sistem pengundian berbasis nama perorangan, lokasi lapak milik satu keluarga kerap kali terpisah cukup jauh, bahkan berada di tingkat lantai gedung yang berbeda seperti satu lapak berada di lantai dua, sementara lapak lainnya di lantai tiga.

“Ini menurut mereka ada beban biaya yang seharusnya tidak dikeluarkan, karena merasa kesulitan,” ujarnya.

Baca juga  DPRD Samarinda Tengah Bahas Finalisasi Raperda Penyelamatan Kebakaran

Banyak kejanggalan yang ditemukan di lapangan di mana satu keluarga memiliki dua hingga tiga lapak atas nama anggota keluarga yang berbeda, tetapi seluruh operasional harian sebenarnya dikelola oleh satu orang yang sama.

Oleh karena itu, para pedagang mengajukan aspirasi agar lapak-lapak yang dikelola oleh satu unit keluarga dapat disatukan ke dalam satu area atau lantai yang sama.

“Kami mendorong dinas teknis terkait, khususnya pengelola pasar, untuk segera melakukan peninjauan ulang serta pemetaan objektif di lapangan,” tegasnya. (ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Komitmen Keberlanjutan PKT Diapresiasi Anggota Komisi XII DPR RI

Kaltim

Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Pohon di Tahura Bukit Soeharto

Kaltim

245 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Kalbar Catat Kasus Terbanyak

Advertorial

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

Kaltim

TNI AU Kerahkan Lima Pesawat Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Guyur Kalsel dan Kalteng

Kaltim

Tol IKN Ditargetkan Fungsional Saat Nataru 2026, Akses Samarinda Bakal Lebih Singkat

Kaltim

BNPB Catat 19.708 Titik Panas Karhutla di Indonesia, Kalteng Jadi Wilayah Prioritas

Advertorial

DPRD Samarinda Pastikan Ada RDP Lanjutan Soal Kompensasi Lahan Jalan Sambutan–Merdeka