Home / Advertorial / Bontang

Kamis, 10 September 2026 - 17:41 WIB

Fasilitas Berisiko Tinggi Badak LNG Dipetakan, DPRD Bontang Minta Skenario Bencana Lebih Spesifik

Komisi C DPRD Bontang membahas terkait Raperda tentang penanggulangan bencana kawasan industri dengan manajemen PT Badak LNG.  (Bentangkaltim.com/asr)

Komisi C DPRD Bontang membahas terkait Raperda tentang penanggulangan bencana kawasan industri dengan manajemen PT Badak LNG. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Potensi kecelakaan industri di Kota Bontang dinilai membutuhkan penanganan yang tidak bisa disamaratakan. DPRD Bontang meminta kesiapsiagaan bencana disusun berdasarkan karakter fasilitas dan jenis bahaya di masing-masing kawasan industri.

Hal itu mengemuka dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penanggulangan bencana kawasan industri. PT Badak LNG turut memaparkan sejumlah fasilitas berisiko yang berada dalam kawasan operasionalnya.

General Manager Safety PT Badak LNG Sapto Benarimo menyebut, kawasan kilang perusahaan memiliki delapan train LNG dengan kode A hingga H. Namun, saat ini hanya dua train yang masih beroperasi.

Selain train LNG, terdapat enam tangki LNG, lima tangki LPG, tiga loading dock atau pelabuhan, serta 21 boiler. Seluruh fasilitas tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengolahan gas alam hingga proses pengiriman produk.

Baca juga  Sekjen Makali Kumar Pimpin Musprov SMSI Kaltim 2025, Wiwid Mahendra Terpilih Jadi Ketua Periode 2025-2029 Tanpa Voting

“Di satu lokasi ini kami punya delapan train LNG. Kebetulan sekarang yang aktif adalah dua. Kemudian kami juga punya enam tangki LNG, lima tangki LPG, tiga loading dock atau pelabuhan, termasuk 21 boiler,” ujar Sapto, Kamis (10/9/2026).

Menurut Sapto, PT Badak LNG masuk kategori perusahaan dengan potensi bahaya besar. Karena itu, perusahaan telah menyiapkan prosedur menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk kebakaran dan penanganan korban.

Sistem tanggap darurat melibatkan sejumlah unsur, mulai dari tim fire, security, rumah sakit hingga tim operasi. Alarm dan sistem deteksi juga disiapkan berdasarkan skenario keadaan darurat.

Baca juga  Heri Keswanto: Kapal UGD Laut Lebih Dibutuhkan Daripada Kapal Ambulans di Bontang

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib mengatakan pemetaan risiko tersebut penting bagi pemerintah daerah. Sebab, karakter bahaya di setiap perusahaan berbeda.

“Kalau PT Badak memproduksi gas, sementara PKT ada produksi amonia, urea dan bahan lainnya. Jadi penanganan masalah bencana ke depan berbeda-beda sesuai karakter perusahaannya,” kata Sahib.

Ia meminta data dan prosedur perusahaan disinkronkan dengan Raperda penanggulangan bencana. Dengan begitu, skenario pemerintah dan perusahaan dapat berjalan selaras saat terjadi keadaan darurat.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Fraksi ADB Minta Penyertaan Modal BUMD Bontang Beri Manfaat Terukur dan Dividen Jelas

Advertorial

Fraksi ADB Minta APBD Bontang 2027 Perkuat Kebijakan Kesehatan Mental dan Cegah Bunuh Diri

Advertorial

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi ADB Soroti Kondisi Fiskal dan Ketergantungan Transfer

Advertorial

Fraksi PKB Soroti Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar di APBD Bontang 2027

Advertorial

APBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PKB Minta Belanja Berpihak ke Masyarakat

Advertorial

Winardi Soroti Anggaran Infrastruktur dan Pengendalian Banjir Bontang

Advertorial

Fraksi PDIP Soroti Rp402 Miliar Kurang Bayar DBH dalam RAPBD Bontang 2027

Advertorial

PAD Bontang 2027 Masih Bergantung Transfer, Fraksi PDIP Minta Strategi Lebih Terukur