Home / Advertorial / Bontang

Kamis, 24 September 2026 - 11:55 WIB

Fraksi PDIP Soroti Rp402 Miliar Kurang Bayar DBH dalam RAPBD Bontang 2027

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang Winardi membacakan pandangan umum atas Raperda APBD 2027 melalui rapat paripurna. (Bentangkaltim.com/asr)

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang Winardi membacakan pandangan umum atas Raperda APBD 2027 melalui rapat paripurna. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Komponen kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang dalam pembahasan RAPBD 2027. Pemerintah diminta memberikan kepastian terkait status dan waktu penerimaan dana tersebut.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang Winardi mengatakan, dalam postur RAPBD 2027 terdapat komponen kurang bayar DBH sekitar Rp402,58 miliar.

Angka tersebut menjadi perhatian karena RAPBD Bontang 2027 disusun dalam ruang fiskal yang lebih terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Fraksi meminta penjelasan mengenai status kepastian, dasar perhitungan, perkiraan waktu penerimaan, serta perlakuan anggaran terhadap komponen Rp402,58 miliar tersebut apabila realisasi penerimaannya mengalami perubahan atau keterlambatan,” ujar Winardi saat rapat paripurna tentang pandangan umum fraksi atas Raperda APBD 2027, Senin (21/9/2026).

Baca juga  Bontang Job Fair 2025, Gerbang Peluang Kerja dan Pengembangan SDM di Kota Taman

Menurutnya, kepastian penerimaan kurang bayar DBH penting agar postur anggaran tidak bertumpu pada asumsi yang belum pasti.

Selain DBH, Fraksi PDIP juga mempertanyakan penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp50 miliar sebagai sumber penerimaan pembiayaan.

Baca juga  Rustam Apresiasi Bontang Open Pickleball, DPRD Sebut Event Nasional Beri Dampak Luas bagi Daerah

Dalam RAPBD 2027, penerimaan pembiayaan daerah seluruhnya berasal dari penggunaan SiLPA 2026 sebesar Rp50 miliar.

“Kami meminta Pemerintah menjelaskan komposisi dan sumber SiLPA yang akan digunakan, termasuk kepastian ketersediaannya,” katanya.

Winardi menyebut kejelasan sumber pembiayaan dibutuhkan untuk memastikan defisit APBD tidak ditopang asumsi yang belum memadai ketika anggaran ditetapkan.

Fraksi PDIP juga meminta pemerintah menjelaskan urutan belanja yang akan dipertahankan, disesuaikan, atau ditunda apabila transfer daerah yang diterima nantinya berbeda dari proyeksi.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Fraksi ADB Minta Penyertaan Modal BUMD Bontang Beri Manfaat Terukur dan Dividen Jelas

Advertorial

Fraksi ADB Minta APBD Bontang 2027 Perkuat Kebijakan Kesehatan Mental dan Cegah Bunuh Diri

Advertorial

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi ADB Soroti Kondisi Fiskal dan Ketergantungan Transfer

Advertorial

Fraksi PKB Soroti Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar di APBD Bontang 2027

Advertorial

APBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PKB Minta Belanja Berpihak ke Masyarakat

Advertorial

Winardi Soroti Anggaran Infrastruktur dan Pengendalian Banjir Bontang

Advertorial

PAD Bontang 2027 Masih Bergantung Transfer, Fraksi PDIP Minta Strategi Lebih Terukur

Advertorial

Fiskal Bontang Terbatas, Gerindra Dorong Pemkot Maksimalkan Dana di Luar APBD