Nusantara, – Dalam suasana peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional, empat organisasi wartawan di Kota Malang menggelar kegiatan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka tentang kebebasan berekspresi, isu lingkungan, hingga peran pers dalam menjaga demokrasi.
Acara yang berlangsung di sebuah kedai di Kota Malang itu diinisiasi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Malang Raya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya. Selain dihadiri insan pers, kegiatan tersebut juga diikuti mahasiswa lintas kampus dan masyarakat umum yang antusias mengikuti pemutaran film hingga sesi diskusi.
Pemutaran film dokumenter tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga wadah edukasi publik mengenai persoalan lingkungan dan kebebasan sipil. Film Pesta Babi sendiri menyoroti berbagai isu sosial dan lingkungan di Papua yang dinilai relevan untuk dibahas secara terbuka di ruang publik.
Dalam diskusi yang digelar usai pemutaran film, dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Malang, Dr. Purnawan Dwikora Negara, menilai polemik pelarangan sebuah karya justru sering memunculkan rasa penasaran publik yang lebih besar. Ia menyebut karya film semestinya dipandang sebagai media refleksi sosial dan ruang kritik, bukan semata objek pembatasan.
Menurut penyelenggara, kegiatan ini menjadi simbol bahwa kebebasan pers bukan hanya soal kerja jurnalistik, tetapi juga keberanian membuka ruang dialog di tengah masyarakat. Para wartawan ingin menunjukkan bahwa media dan insan pers tetap memiliki tanggung jawab menghadirkan diskusi-diskusi kritis yang membangun kesadaran publik terhadap berbagai persoalan bangsa.
Peringatan Hari Kebebasan Pers di Malang kali ini pun menjadi gambaran kolaborasi antara jurnalis, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga ruang demokrasi agar tetap hidup melalui diskusi terbuka, karya dokumenter, dan kebebasan berpikir. (bai)