Home / Dunia / Nusantara

Kamis, 9 April 2026 - 21:45 WIB

Tertahan di Selat Hormuz, Nasib Dua Tanker Pertamina Masih Bergantung Diplomasi RI

JAKARTA – Nasib dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih belum sepenuhnya jelas meski jalur pelayaran di Selat Hormuz telah kembali dibuka. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus melakukan upaya diplomasi dengan pihak Iran agar kedua kapal tersebut dapat melintas dengan aman.

Dua kapal yang dimaksud adalah VLCC Pertamina Pride dan MT Gamsunoro. Keduanya sebelumnya tertahan akibat memanasnya situasi geopolitik di kawasan Teluk, yang sempat berujung pada penutupan Selat Hormuz—jalur strategis distribusi minyak dunia.

Meski kini akses pelayaran mulai dibuka kembali, pemerintah Iran diketahui memberlakukan sejumlah persyaratan bagi kapal yang hendak melintas. Hal inilah yang membuat proses perjalanan kedua tanker tersebut belum sepenuhnya berjalan normal.

Baca juga  500 T Devisa Negara Untuk Impor Minyak dan Gas

Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan dengan otoritas Iran. Selain itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran juga turut dilibatkan dalam memfasilitasi koordinasi di lapangan.

“Upaya diplomasi terus dilakukan agar kedua kapal dapat segera melintas dengan aman,” demikian disampaikan pihak Kemlu dalam keterangannya.

Di sisi lain, Pertamina menegaskan bahwa keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama. Perusahaan pelayaran energi nasional itu juga terus memantau perkembangan situasi di kawasan serta berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan keamanan operasional.

Situasi di Selat Hormuz sendiri berangsur kondusif setelah adanya kesepakatan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai. Namun demikian, dinamika keamanan di kawasan tersebut masih menjadi perhatian serius berbagai negara, mengingat peran vitalnya dalam rantai pasok energi global.

Baca juga  Bali Dilanda Banjir Hebat, Dua Permukiman dan Akses Transportasi Lumpuh

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional dan dilalui sekitar sepertiga distribusi minyak dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu dampak besar terhadap stabilitas harga energi global.

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga kedua kapal dapat melanjutkan pelayaran dengan aman. Hingga saat ini, kondisi awak kapal dilaporkan dalam keadaan baik dan terus mendapatkan pemantauan.

Perkembangan lebih lanjut terkait nasib dua tanker tersebut masih menunggu hasil komunikasi diplomatik antara Indonesia dan Iran. (bai)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Persib Menjauh, Borneo FC dan Persija Membayangi

Dunia

Negosiasi 21 Jam Gagal Total, Iran Tolak Tuntutan AS

Nusantara

Prabowo: Kunjungan Luar Negeri Demi Amankan Pasokan Minyak Nasional

Dunia

Minyak Dunia Diselamatkan? Ini 10 Syarat Iran yang Bikin AS Mundur

Nusantara

Sempat Bikin Panik, Kereta Cepat Whoosh Mendadak Berhenti di Tengah Jalur

Nusantara

Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Bergulir Lagi, Roy Suryo Usul Libatkan UI dan BRIN

Nusantara

Ahok Kritik Keras Wacana Sawit di Papua: Banyak Permainan Kotor Bos Sawit

Nusantara

Awal Pekan Diguyur Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat Ancam Kota-Kota Besar