Bentangkaltim.com, Bontang – Sudiyo kembali menginjakkan kaki di Gedung DPRD Bontang sebagai wakil rakyat. Setelah resmi dilantik melalui mekanisme Pengganti Antarwaktu (PAW), legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berkomitmen menjalankan amanah dengan mengutamakan aspirasi masyarakat, khususnya warga Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang Selatan.
Meski kembali menduduki kursi legislatif setelah sebelumnya menjabat pada periode 2014–2019, Sudiyo mengaku tidak merasakan sesuatu yang istimewa. Baginya, pelantikan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan.
“Biasa-biasa saja. Enggak ada yang spesial. Karena kita kembali lagi ke sini, kembali ke laptop,” ujarnya usai rapat paripurna pelantikan anggota DPRD Bontang, Selasa (29/9/2026).
Pada periode sebelumnya, Sudiyo bertugas di Komisi II atau Komisi B DPRD Bontang. Kini, dia mendapat penugasan di Komisi III atau Komisi C. Perubahan tersebut menjadi bagian dari dinamika tugasnya sebagai legislator.
Sudiyo menegaskan, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk mengemban tugas di komisi yang baru. Menurutnya, seluruh anggota dewan memiliki tanggung jawab yang telah diatur dan harus dijalankan dengan kedisiplinan.
Dia menyebut, kehadiran dalam setiap agenda kedewanan serta keseriusan mengikuti pembahasan menjadi hal mendasar yang akan dilakukannya.
“Saya rasa semuanya tergantung dari kitanya saja. Tugas-tugas di dewan itu kan sudah ada. Jadi, paling tidak kita harus rajin datang, rajin mengikuti kegiatan-kegiatan dan lain sebagainya,” tuturnya.
Lebih jauh, Sudiyo menekankan sumpah dan janji jabatan yang telah diucapkan bukan sekadar seremoni. Komitmen tersebut menjadi pegangan dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan selama menjabat sebagai wakil rakyat.
Termasuk memastikan aspirasi masyarakat yang diwakilinya mendapat perhatian dan diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
Terkait kebutuhan warga Bontang Selatan, Sudiyo mengaku belum dapat merinci persoalan yang akan menjadi prioritas perjuangannya. Dia ingin terlebih dahulu menyerap aspirasi secara langsung melalui agenda reses maupun peninjauan lapangan.
Menurutnya, masukan masyarakat menjadi dasar penting dalam menentukan langkah dan memperjuangkan kebutuhan warga.
“Kita belum reses. Biasanya aspirasi itu melalui reses dan tinjauan-tinjauan. Nanti aspirasi yang datang dari masyarakat akan kita perjuangkan,” pungkasnya.
Dengan kembalinya Sudiyo ke parlemen, masyarakat Bontang Selatan kini memiliki tambahan perwakilan yang diharapkan dapat mengawal berbagai kebutuhan daerah, mulai dari pembangunan hingga pelayanan publik, melalui kerja-kerja kedewanan.(ASR/ADV DPRD BONTANG)









