Home / Advertorial / Bontang

Kamis, 4 Juli 2024 - 10:10 WIB

Kembali Langka, Dewan Minta Pendistribusian Gas Melon Hanya Untuk Warga Miskin

Anggota DPRD Komisi II Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang

Anggota DPRD Komisi II Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang

Bentangkaltim, Bontang – Gas LPG 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat Bontang. Masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas yang seharusnya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin.

Anggota DPRD Komisi II Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang menyatakan bahwa pemesanan gas LPG 3 kilogram seharusnya sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bontang bila dilihat dari data KTP.

Pasalnya, hal tersebut seperti permasalahan yang tak kunjung punya titik terang. Setiap tahun, kelangkaan gas melon selalu dirasakan warga Bontang.

“Padahal gas itu sudah pasti di hitung pihak pertamina, berapa banyak yang dibutuhkan untuk masyarakat Kota Bontang,” ujarnya, Rabu (3/7/2024).

Kelangkaan ini bisa diatasi, jika semua pihak bersinergi. Tidak bisa dilimpahkan semuanya ke pemerintah daerah. Karena, pemerintah sudah menggalakkan upaya, untuk melampirkan KTP dan Kartu Keluarga (KK), serta foto tempat usaha bagi kelompok UMKM jika akan mendaftar sebagai pembelian gas tersebut.

Baca juga  Gelar Acara Temu Hore Ramadhan (THR) IGB Bahas Soal Potensi Ekonomi Kreatif di Dunia Esports

Ia mengungkapkan masih banyak kalangan menengah keatas yang menggunakan gas tersebut, karena ukurannya yang kecil dan mudah di bawa kemana saja, apalagi dengan harga yang relatif murah, ada juga pedagang yang memiliki kemampuan atau penghasilan yang cukup besar tapi tetap menggunakan LPG 3 kilogram.

“Kan ada gas 5,5 kilogram dari bright gas, ukurannya juga tidak terlalu besar, seharusnya kalangan menengah ke atas atau pedagang besar bisa pakai itu, atau yang 12 kilogram sekalian,” imbuhnya.

BW, sapaan akrabnya, meminta masyarakat Bontang untuk saling membantu sesama, dengan menyadari kemampuan finansial masing-masing.

Baca juga  Festival Musik Yang Dilaksanakan Dispora Kaltim Diundur Dari Jadwal Yang Telah Direncanakan

“Karena jika semua masyarakat Bontang menggunakan gas melon, maka permasalahan ini tak kunjung kelar,” lanjutnya.

Ia juga meminta kepada pihak yang terkait untuk memperketat pengawasan baik di tingkat distributor maupun agen, untuk mencegah penyalahgunaan distribusi harus dilakukan agar peruntukkan gas tersebut dapat tepat sasaran.

Walaupun, Gas Elpiji 3 kilo merupakan gas tabung yang lebih praktis, mudah dibawa, ukurannya kecil dan murah, namun itu adalah barang subsidi. BW harap, masyarakat yang mampu untuk tidak membelinya.

“Jangan sampai masalah seperti ini berlarut-larut, tiap tahun selalu begitu, penyalahgunaan LPG yang beredar juga harus segera di atasi,” tutupnya.(han/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Bontang

PWI Bontang Gelar UKW Oktober Mendatang, Buka Kelas Muda hingga Utama

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Bontang

Kodim 0908/Bontang Gelar Apel Gabungan, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00