Home / Bontang

Jumat, 10 April 2026 - 13:14 WIB

SMP Ngeri 9 Bontang Raih Penghargaan sebagai Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak Madya dari Kementerian PPPA

Kepala SMP Negeri 9 Bontang menerima penghargaan LPKRA (Dok. Kementerian PPPA)

Kepala SMP Negeri 9 Bontang menerima penghargaan LPKRA (Dok. Kementerian PPPA)

Bontang – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan di Kota Taman. SMP Negeri 9 Bontang resmi menerima penghargaan bergengsi sebagai Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA) Madya dari Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.

Penghargaan terstandardisasi sebagai Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA) Madya tersebut diberikan secara langsung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak kepada Kepala SMP Negeri 9 Bontang, Lilyn Indriyawati, M.Pd., di Jakarta pada 7 April 2026.

Dalam sambutan pada acara Sosialisasi Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA) dan Penyampaian Keputusan Menteri Nomor 6 Tahun 2026 tentang Penetapan Hasil Pengukuran Pemenuhan Standar LPKRA Tahun 2025, Susanti, S.Sos., MAP. selaku Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Kondisi Khusus menyampaikan bahwa standardisasi LPKRA bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tindakan dalam lembaga penyedia layanan berfokus pada perlindungan dan kepentingan terbaik anak.

Baca juga  Dana BOS Tahun 2025, Disdikbud Sebut Bantuan Pendidikan Siswa SD di Bontang Meningkat

“Penghargaan ini sebagai bagian dari upaya Kementerian PPPA dalam menguatkan perlindungan anak dalam kondisi khusus. Penghargaan ini juga menjadi simbol motivasi dalam melaksanakan perlindungan anak. Capaian ini menjadi langkah awal menciptakan sekolah yang inklusif dan nyaman,” ujar Susanti dalam acara tersebut.

“​Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen SMPN 9 Bontang dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Proses standardisasi ini melibatkan audit ketat terhadap berbagai aspek, mulai dari kebijakan sekolah, sarana prasarana yang mendukung keselamatan anak, hingga pola komunikasi antara guru dan siswa yang berbasis pemenuhan hak anak,” ujar Lilyn Indriyawati, M.Pd. selaku kepala SMP Negeri 9 Bontang.

Lilyn bersyukur karena SMP Negeri 9 Bontang dinilai telah melampaui standar nasional dalam memitigasi risiko kekerasan serta memastikan tumbuh kembang anak terjaga secara optimal di lingkungan sekolah.

Baca juga  Momen Idul Adha, Celni Sampaikan Selamat dari Segenap Anggota DPRD Samarinda

​“Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, orang tua siswa, DP3AKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan Kota Bontang, dan seluruh pihak yang terus-menerus memberikan dukungan kepada SMP Negeri 9 Bontang,” ujarnya.

Menurut Lilyn Indriyawati, penghargaan LPKRA ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan tanggung jawab besar untuk terus konsisten mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang ramah anak.

“Semoga penghargaan ini dapat menjadi penyemangat buat kami sekaligus inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk bersama mewujudkan ekosistem pendidikan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat anak Indonesia,” harapnya.

Sekadar informasi, dalam acara penghargaan Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA) di Jakarta pada 7 April 2026, terdapat 7 Lembaga/Unit Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) yang mendapatkan penghargaan. Dua di antaranya dari Kalimantan Timur, yaitu SMP Negeri 9 Bontang dan SDN 002 Bontang Selatan, Kota Bontang.(han)

Share :

Baca Juga

Bontang

Rumah Adat Toraja di Kanaan Segera Dibangun, Dispopar Targetkan Rampung November

Advertorial

Komisi A DPRD Bontang Dukung Skema Patungan Perusahaan untuk Jamin Peserta BPJS yang Dinonaktifkan

Advertorial

Regenerasi Atlet Bulutangkis Berprestasi, Pupuk Kaltim Hadirkan Sirnas C Open 2026

Advertorial

Komisi B DPRD Bontang Soroti Tata Kelola Kapal Ro-Ro PT AUJ, Rustam: Jangan Terus Jadi Beban Daerah

Advertorial

Ketua DPRD Bontang Minta DLH Tutup TPS Swasta Ilegal, Pembakaran Sampah Dinilai Membahayakan Warga

Advertorial

Rustam Soroti Kurang Salur DBH Migas, Nilai Hak Bontang Jangan Sampai Berkurang

Advertorial

Raperda Penyertaan Modal BME Ditarget Rampung Awal Agustus, DPRD Bontang Fokus Tertibkan Aset Daerah

Advertorial

Komisi A DPRD Bontang Apresiasi Damkar Bantu Warga Bontang Kuala Saat Rob