Bentangkaltim, Bontang – Di balik gemerlap panggung Thailand World Music Championships 2025, ada cerita panjang tentang keringat, lelah, dan keyakinan yang tak pernah padam. Marching Band Pupuk Kaltim (MBPKT) tidak tiba di Sisaket, Thailand, sebagai tim instan. Mereka datang membawa ribuan jam latihan, pengorbanan waktu, dan satu tekad yang sama: melangkah maju, satu langkah demi satu langkah.
Tema “ONE STEP” yang mereka tampilkan bukan sekadar konsep artistik. Bagi para pemain MBPKT, tema itu adalah cerminan perjalanan mereka sendiri. Langkah kecil saat memulai latihan, langkah tertatih saat tubuh mulai kelelahan, hingga langkah mantap saat kepercayaan diri tumbuh seiring proses yang dijalani bersama.
Latihan demi latihan dijalani dengan disiplin tinggi. Tidak jarang para pemain harus berlatih hingga malam hari, menahan lelah setelah rutinitas sekolah, kuliah, atau pekerjaan. Suara hentakan kaki, dentuman drum, dan tiupan alat musik menjadi irama keseharian yang menempa mental dan kekompakan mereka.
Menjelang keberangkatan ke Thailand, tekanan semakin terasa. Mereka sadar, yang akan dihadapi bukan hanya tim-tim kuat dari Asia Tenggara, tetapi juga peserta dari berbagai negara dengan tradisi marching band kelas dunia. Rasa gugup bercampur harap, namun satu hal tak pernah goyah: kepercayaan pada proses yang telah mereka jalani bersama.
Saat akhirnya menginjakkan kaki di Sisaket Stadium dan Vi Sommai Stadium, MBPKT berdiri sejajar dengan tim-tim elite dunia. Di balik seragam rapi dan formasi yang presisi, tersimpan doa-doa kecil, saling tatap penuh keyakinan, dan bisikan semangat antarsesama anggota tim.
Setiap nada yang dimainkan dan setiap gerakan yang ditampilkan adalah hasil dari kerja kolektif. Ketika penampilan Drum Battle memuncak, adrenalin mengalir deras. Ketika Indoor Marching Arts Winds ditampilkan, fokus dan emosi berpadu dalam satu irama. Dan saat Open Field Show usai, keheningan sesaat terasa sebelum sorak sorai penonton pecah.
Momen paling emosional datang ketika hasil diumumkan. Juara demi juara diraih. Meski berada di posisi kedua pada Open Field Show, skor 89 poin yang membawa MBPKT ke Gold Level World Class terasa seperti kemenangan besar. Beberapa anggota tak kuasa menahan air mata—bukan karena sekadar gelar, tetapi karena perjuangan panjang mereka akhirnya terbayar.
Prestasi ini bukan hanya milik MBPKT. Ia adalah milik Kota Bontang, para pelatih yang tak kenal lelah, keluarga yang setia memberi dukungan, serta semua pihak yang percaya bahwa anak-anak daerah mampu berdiri di panggung dunia.
Bagi MBPKT, Thailand World Music Championships 2025 bukanlah akhir perjalanan. Ini adalah satu langkah besar dari “ONE STEP” yang mereka yakini—langkah menuju mimpi yang lebih tinggi, lebih besar, dan lebih mendunia. (bai)










