Bentangkaltim, Bontang – Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap porsi makanan yang diterima anak-anak di kota itu bergizi, aman, dan berkualitas. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Agus Haris pada Kamis (25/9/2025).
Rapat yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari dinas terkait, koordinator dapur, hingga perwakilan sekolah, menjadi bukti keseriusan Pemkot Bontang dalam mengawal program MBG yang telah berjalan sejak Juli 2025. Agus Haris mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya ia melakukan inspeksi mendadak ke lima dapur untuk mengevaluasi langsung proses pelayanan makanan di lapangan.
“Meskipun pengelolaan sudah cukup baik, kita tetap harus mengantisipasi potensi masalah. Pemerintah harus siap dan tanggap. Saya instruksikan agar semua pihak terbuka, jangan ada yang menyimpan atau menyembunyikan masalah,” tegas Agus Haris dalam rapat tersebut.
Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Surya Dwi Saputra, secara terbuka mengakui adanya tantangan seperti keterlambatan distribusi dan keluhan soal menu, namun menegaskan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat telah diterapkan. Pihaknya juga siap menerima masukan demi perbaikan program.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) Ahmad Aznem menjelaskan bahwa Pemkot telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pelaksana MBG untuk memperkuat koordinasi dan kelancaran program.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdu Safa Muha menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antar pihak terkait. “Kritik harus dijawab dengan kerja, bukan debat. Bila ada masalah, sampaikan bersama solusinya,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut disepakati lima standar operasional yang wajib dipatuhi, yaitu pemilihan bahan segar, proses pengolahan higienis, distribusi tepat waktu, pemeriksaan makanan sebelum dikonsumsi, serta monitoring kesehatan anak secara rutin oleh Puskesmas.
“Ini program mulia, jangan biarkan gagal karena komunikasi yang buruk. Mari kita bangun budaya evaluasi dan keterbukaan, kita benahi bersama demi anak-anak kita,” tutup Wakil Wali Kota Agus Haris.
Rapat evaluasi ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk tidak hanya menjalankan program, tetapi juga memastikan setiap anak di Bontang mendapatkan haknya atas gizi terbaik. (bai/adv)










