Bentangkaltim.com, Bontang – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang meminta pemerintah memperjelas alokasi dan tahapan pembangunan infrastruktur dalam RAPBD 2027. Sejumlah proyek fisik harus memiliki target keluaran dan jadwal penyelesaian yang terukur.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang Winardi mengatakan, belanja modal dalam RAPBD 2027 direncanakan sebesar Rp442,58 miliar atau 22,09 persen dari total belanja daerah.
Sejumlah agenda pembangunan yang tercantum antara lain Rumah Sakit Taman Sehat, peningkatan Jalan Kapten Pierre Tendean di Bontang Kuala, penataan trotoar koridor jalan nasional, perbaikan drainase dan penguatan tebing sungai, serta pembangunan sarana olahraga.
“Fraksi meminta rincian alokasi, tahapan pekerjaan, kesiapan lahan dan dokumen teknis, target keluaran, serta jadwal penyelesaian masing-masing agenda tersebut,” ujar Winardi dalam rapat paripurna atas Raperda APBD 2027, Senin (21/9/2026).
Perhatian khusus juga diberikan terhadap program pengendalian banjir. Fraksi PDIP meminta pemerintah menetapkan lokasi prioritas penanganan pada 2027 berdasarkan dasar yang jelas.
“Fraksi meminta Pemerintah menjelaskan lokasi prioritas Tahun 2027, dasar penentuan titik penanganan, keterkaitan antarpekerjaan, indikator keberhasilan, serta rencana pemeliharaan setelah pekerjaan selesai,” katanya.
Menurut Fraksi PDIP, pembangunan drainase dan penguatan tebing sungai harus memberikan dampak yang dapat diukur terhadap pengurangan risiko banjir. Winardi juga menyoroti ketidakkonsistenan penyebutan jumlah agenda pembangunan fisik dalam Nota Keuangan. Karena itu, pemerintah diminta menyelaraskan nomenklatur dan penganggaran antara Nota Keuangan, RKA perangkat daerah, dan RAPBD.(ASR/ADV DPRD BONTANG)









