Home / Advertorial / Bontang

Kamis, 4 Juli 2024 - 09:54 WIB

Pengadaan Seragam Batik Sekolah Gunakan Penjahit Dari Malang, Ini Tanggapan Dewan

Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Abdul Haris

Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Abdul Haris

Bentangkaltim, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang melakukan pengadaan seragam batik, yang diperuntukkan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam hal ini, pihak Disdikbud Kota Bontang mengatakan pengadaan seragam batik tidak bisa menggunakan jasa penjahit lokal.

Kepala Disdikbud Bontang Bambang Cipto Mulyono menyebutkan pihaknya memesan melalui sistem E-Katalog. Penyedia jasa tersebut dimenangkan dari Kota Malang.

Hal tersebut terjadi, lantaran mempertimbangkan ongkos produksi yang lebih murah, untuk pengadaan 33.370 seragam batik sekolah.

Adapun anggaran yang digelontorkan pemkot sebesar Rp 12 miliar. Oleh karena itu, pihaknya tak bisa memberdayakan penjahit lokal karena ongkos produksi yang terbilang tinggi, dibandingkan jasa penyedia luar, berdasarkan pada standar satuan harga (SSH).

Baca juga  Besok, Bontang Lakukan Mutasi Pejabat: Siapa yang Bergeser?

Lebih lanjut, penyedia pun diakui Bambang sudah dianjurkan untuk mensurvei penjahit lokal. Apakah bisa dihajit dan diselesaikan tepat waktu.

Faktanya kemampuan penjahit lokal masih belum bisa mengejar target belasan ribu seragam batik dengan waktu akhir Agustus.
Setelah itu penyedia memutuskan untuk semua seragam batik dikerjakan langsung di Malang dengan alasan waktu dan harga yang sesuai.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Abdul Haris mengatakan, seharusnya Pemerintah memanfaatkan jasa penjahit lokal Bontang.

Baca juga  Sinergi Diaspora dan Pemerintah Dorong Ekspor UMKM Menuju Ekonomi 8 Persen

“Jika pemerintah mengacu pada SSH, maka seharusnya SSH dinaikkan dan menyesuaikan ongkos produksi dari penjahit lokal. APBD Bontang tahun ini tinggi, maka seharusnya SSH bisa dinaikkan, agar penjahit Bontang juga bisa diberdayakan,” ujarnya, Rabu (3/7/2024).

Ia menegaskan kepada Pemerintah Daerah (Pemda), di program selanjutnya untuk pengadaan seragam sekolah, seperti setelan baju, tas dan lainnya, harus menggunakan jasa penjahit lokal. Maka, SSH juga perlu dinaikkan nilainya, agar sesuai dengan standar pembelian daerah.

“Karena ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Bontang, maka penjahit lokal atau pengusaha lokal harus diberdayakan,” tutupnya.(han/adv)

Share :

Baca Juga

Bontang

Dari Tabang dan Bontang ke Istana Negara, Dua Pelajar Kaltim Lolos Paskibraka Nasional 2026

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Bontang

Ribuan Balita Ditimbang Serentak, Ini Langkah Besar Bontang Lawan Stunting

Advertorial

Winardi Perjuangkan Payung Hukum bagi Kreativitas dan Gerakan Anak Muda, Dorong Perda Pemuda di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Advertorial

DPRD Bontang Dukung Musrenbang Pemuda, Winardi: Aspirasi Anak Muda Harus Masuk dalam Perencanaan Pembangunan

Advertorial

Winardi Ajak Pemuda Ambil Peran dalam Pembangunan, Sebut Masa Depan Bontang Ada di Tangan Generasi Muda