Home / Nusantara

Senin, 7 Juli 2025 - 21:59 WIB

Dentuman Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Maumere Lumpuh Sementara

Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Minggu (16/6/2024) dengan ketinggian 1.000 meter di atas puncak. (ANTARA/HO-PVMBG)

Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Minggu (16/6/2024) dengan ketinggian 1.000 meter di atas puncak. (ANTARA/HO-PVMBG)

Bentangkaltim, – Senin siang, 7 Juli 2025, langit Flores Timur, NTT, mendadak gelap. Gunung Lewotobi Laki-Laki, sang raksasa yang selama ini tenang, meletus dengan kekuatan eksplosif. Kolom abu pekat membumbung tinggi, mencapai sekitar 18.000 meter di atas puncak, atau hampir 20 kilometer di atas permukaan laut—sebuah fenomena langka yang langsung menggetarkan wilayah sekitarnya.

Imbas dari letusan ini, Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere terpaksa menutup seluruh operasionalnya. Penutupan ini resmi diberlakukan mulai 7 Juli 2025 pukul 09.00 WITA hingga 8 Juli 2025 pukul 06.00 WITA, sesuai NOTAM Aerodrome Closed Nomor C0894. Keputusan ini diambil demi keselamatan penerbangan, setelah jalur udara dan area pendekatan bandara diselimuti abu vulkanik yang terbawa angin kencang.

“Mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan maka bandara ditutup sementara,” tegas Partahian Panjaitan, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Fransiskus Xaverius Seda.

Penutupan bandara berdampak langsung pada sejumlah rute penerbangan, di antaranya:

  • Wings Air rute Maumere – Kupang

  • Wings Air rute Labuan Bajo – Maumere

  • NAM Air rute Maumere – Kupang

Baca juga  Anggota DPRD Kota Bontang Apresiasi Bontang City Carnival 2024 dan Tarian Kolosal

Sebanyak 501 calon penumpang terpaksa menunda perjalanan mereka, menunggu hingga kondisi udara kembali aman dan bandara dibuka kembali.

Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki pada pukul 11.05 WITA disertai suara dentuman keras dan awan panas yang meluncur hingga 5 kilometer ke arah utara dan timur laut. Kolom abu yang tebal berwarna kelabu hingga hitam ini condong ke utara, timur laut, dan barat laut, membuat wilayah sekitar gelap gulita dan penuh kepanikan. Status gunung pun dinaikkan ke Level IV (Awas), dan warga diimbau untuk tetap tenang serta tidak beraktivitas dalam radius 6 hingga 7 kilometer dari pusat erupsi.

Baca juga  Eknomi Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Keputusan penutupan bandara juga didasarkan pada informasi dari Tim Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, ASHTAM VAWR4071, serta peta prediksi sebaran debu vulkanik dari Satelit Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC). Semua pihak diimbau untuk mengikuti perkembangan terbaru dan mematuhi arahan otoritas terkait demi keselamatan bersama.

Letusan kali ini menjadi pengingat akan kedahsyatan alam dan pentingnya kesiapsiagaan. Semoga situasi segera membaik dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal. (bai)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Purbaya Bingung Soal Rp100 Miliar Sapi Kurban Prabowo: Saya Kira Pakai Duit Sendiri

Nusantara

Rupiah Melemah, Prabowo Tetap Optimistis Ekonomi Indonesia Kuat

Nusantara

Gaungkan Kebebasan Berekspresi, Wartawan Malang Putar Film Pesta Babi

Nusantara

Kontroversi Film Pesta Babi, Dari Kritik Sosial hingga Pembubaran Nobar

Nusantara

Harga BBM Terkini, Dex Series Puncaki Daftar Termahal

Nusantara

Detik-Detik Bintang Menghilang, Fenomena Langit Langka Terjadi di Indonesia

Nusantara

Persib Menjauh, Borneo FC dan Persija Membayangi

Nusantara

Prabowo: Kunjungan Luar Negeri Demi Amankan Pasokan Minyak Nasional