Home / Nusantara

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:59 WIB

Drama Mencekam Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN

Empat orang aktor intelektual kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN yang ditangkap oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Minggu (24/8/2025)
© Dokumentasi: Subdit Jatanras Polda Metro Jaya

Empat orang aktor intelektual kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN yang ditangkap oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Minggu (24/8/2025) © Dokumentasi: Subdit Jatanras Polda Metro Jaya

Bentangkaltim, Kasus penculikan dan pembunuhan tragis Kepala Cabang Pembantu (KCP) salah satu bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), berubah menjadi sebuah drama penuh ketegangan yang menggegerkan lintas kota. Dari Jakarta hingga Solo, polisi melakukan pengejaran masif yang akhirnya membuahkan hasil dengan tertangkapnya delapan tersangka yang diduga kuat terlibat dalam aksi keji tersebut.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengungkap fakta mengejutkan bahwa empat dari pelaku yang diringkus adalah aktor intelektual di balik penculikan ini. Tiga di antaranya, berinisial DH, YJ, dan AA, berhasil ditangkap di Solo pada malam Sabtu, 23 Agustus 2025. Sementara seorang lagi, C, ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada Minggu sore, 24 Agustus 2025. “Saat ini kami melakukan pendalaman intensif terhadap para tersangka,” ujar AKBP Abdul Rahim saat dikonfirmasi.

Tangkap-menangkap yang berlangsung di Solo pun tidak kalah dramatis. Kompas.com merekam momen ketika polisi memburu tiga pelaku hingga akhirnya berhasil menghadang mobil mereka. Teriakan keras dari petugas terdengar, “Hei, turun, turun semua, tiarap!” membuat para tersangka terpaksa keluar dan tengkurap di jalan, disaksikan oleh warga dan pengendara yang kebetulan melintas. Dari tangan mereka, polisi menyita lebih dari 20 ponsel yang diduga terkait dengan rencana penculikan ini.

Baca juga  Carok Maut di Bangkalan, 4 Orang Tewas

Sebelumnya, Subdit Resmob Polda Metro Jaya telah lebih dulu menangkap empat tersangka pelaku lapangan. Tiga di antaranya, AT, RS, dan RAH, diringkus di sebuah rumah berwarna merah jambu di Jalan Johar Baru III No. 42, Jakarta Pusat, Kamis 21 Agustus 2025. Satu pelaku lainnya, RW, bahkan diciduk saat baru saja tiba di Bandara Komodo, Nusa Tenggara Timur, saat mencoba melarikan diri dari jeratan hukum. Mereka adalah pelaku yang menculik Ilham dari area parkir sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Baca juga  Viral Kakak Menggantikan Mempelai Pria di Polman yang Kabur Jelang Nikah

Tragedi berujung pilu saat Ilham ditemukan tewas sehari kemudian di tengah persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kondisinya sungguh mengenaskan: tangan dan kaki terikat erat, mata ditutup lakban, meninggalkan luka berat di dada dan leher. Brigjen Pol Prima Heru, Kepala RS Polri Kramat Jati, menjelaskan hasil autopsi mengindikasikan kematian Ilham akibat hantaman benda tumpul yang menimbulkan tekanan pada tulang leher dan dada sehingga korban sulit bernapas. “Ini jelas tindakan kekerasan yang berujung kematian,” tegas Prima.

Kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk memastikan apakah ada racun yang turut berperan dalam kematian tragis Ilham. Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya kejahatan terorganisir yang tak segan menghancurkan nyawa demi keuntungan semata. Polisi pun berjanji akan mengusut tuntas dan mengungkap seluruh jaringan di balik tragedi memilukan ini. (bai)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Persib Menjauh, Borneo FC dan Persija Membayangi

Nusantara

Prabowo: Kunjungan Luar Negeri Demi Amankan Pasokan Minyak Nasional

Dunia

Tertahan di Selat Hormuz, Nasib Dua Tanker Pertamina Masih Bergantung Diplomasi RI

Nusantara

Sempat Bikin Panik, Kereta Cepat Whoosh Mendadak Berhenti di Tengah Jalur

Nusantara

Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Bergulir Lagi, Roy Suryo Usul Libatkan UI dan BRIN

Nusantara

Ahok Kritik Keras Wacana Sawit di Papua: Banyak Permainan Kotor Bos Sawit

Nusantara

Awal Pekan Diguyur Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat Ancam Kota-Kota Besar

Nusantara

Evakuasi Duka di Musala Al Khoziny: 40 Jenazah Ditemukan setelah 7 Hari Reruntuhan