Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa Swarga Bara terus memperkuat arah pembangunan dengan memastikan seluruh program desa berjalan sejalan dengan 50 program prioritas Kabupaten Kutai Timur.
Upaya sinkronisasi ini dilakukan agar pembangunan di tingkat desa tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan mendukung target besar pemerintah kabupaten.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyu, menyampaikan bahwa pihaknya kini sedang melakukan peninjauan ulang RPJMDes untuk memastikan setiap rencana dan kebutuhan desa tersusun sesuai prioritas kabupaten.
“Kami sedang menyesuaikan kembali dokumen perencanaan agar semua agenda desa inline dengan program kabupaten,” kata Wahyu, Selasa (18/11/2025).
Selain infrastruktur, pemerintah desa juga memperkuat sektor pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan peningkatan kualitas SDM.
Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah pembangunan Pusat Kesehatan Desa (Pusban) yang progresnya telah mencapai 80 persen.
“Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang lebih representatif bagi warga,” terangnya.
Wahyu menyebut, jika tidak ada kendala, Pusban diproyeksikan dapat beroperasi pada tahun depan.
Di sisi lain, Swarga Bara mulai mendorong pengembangan pariwisata lokal sebagai sektor baru yang dapat berkontribusi bagi perekonomian desa.
Bukit Asalea kini menjadi salah satu daya tarik utama yang sedang difokuskan, termasuk melalui event olahraga seperti trail running untuk memperkenalkan potensi alam setempat.
Desa ini dinilai memiliki modal kuat karena keberagaman budaya dan kekayaan alam yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Secara bertahap, pemerintah desa juga memfasilitasi pengembangan Bukit Dasarya – lahan wisata yang dikelola warga lokal.
Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pengembangan fasilitas tersebut adalah kebutuhan listrik untuk penerangan dan aktivitas masyarakat.
Pemerintah desa telah mengajukan permohonan tambahan jaringan ke PLN agar kawasan tersebut dapat dioptimalkan sebagai destinasi publik.
Sektor pertanian dan peternakan ikut didorong sebagai program unggulan desa. Kolam ikan dan peternakan ayam petelur kini diarahkan menjadi pusat edukasi bagi pelajar.
Sehingga siswa dapat belajar langsung mengenai proses budidaya dan usaha berbasis pertanian dengan langkah ini dinilai mampu memberi nilai tambah sekaligus meningkatkan wawasan generasi muda.
Untuk menunjang pembangunan fisik seperti jalan dan infrastruktur dasar lainnya, Swarga Bara mengombinasikan penggunaan anggaran desa dan dukungan dari provinsi.
Pemerintah desa memastikan seluruh proses pembangunan mengikuti prosedur dan regulasi sehingga tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
Menutup penjelasannya, Wahyu menegaskan komitmen pemerintah desa untuk menjalankan pembangunan secara terbuka dan partisipatif.
Ia menyebut partisipasi masyarakat dan kritik konstruktif sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan tepat sasaran.
“Transparansi adalah prinsip kami. Desa ingin tumbuh bersama masyarakat, bukan hanya membangun fisik tapi juga sistem yang berkelanjutan,” tutupnya.
Dengan berbagai program yang terus dipacu, Swarga Bara berupaya menjadi contoh pembangunan terpadu yang mampu menggabungkan pelayanan dasar, inovasi desa, dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.(ADV)










