Home / Advertorial / Kaltim

Minggu, 23 November 2025 - 23:43 WIB

Penutupan Festival Pesona Budaya 2025 Warnai Komitmen Kutim Perkuat Identitas Budaya Daerah

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat identitas budaya daerah melalui penyelenggaraan Festival Pesona Budaya 2025 yang resmi ditutup pada Minggu (23/11/2025) malam.

Penutupan festival berlangsung semarak dengan partisipasi masyarakat yang memenuhi arena kegiatan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya mengatakan bahwa Festival Pesona Budaya merupakan ruang penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai adat dan tradisi yang mulai tergerus modernisasi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kutim atas kesungguhan menyelenggarakan festival dengan konsep yang lebih matang dan mandiri.

Menurut Ardiansyah, pelaksanaan Festival Pesona Budaya 2025 berbeda dari sebelumnya karena tidak lagi digabungkan dengan perayaan HUT Kutim.

Baca juga  Sususan Tatib DPRD Bontang Masuki Tahap Konsultasi

Festival ini sengaja dihadirkan sebagai agenda khusus untuk menyoroti keragaman seni dan budaya tanpa distraksi kegiatan lain.

“Selama ini festival sering dianggap bagian dari peringatan ulang tahun Kutim, tetapi sekarang kita berdiri dengan konsep yang lebih jelas sebagai Festival Pesona Budaya,” ujarnya.

Festival tahun ini menampilkan berbagai atraksi budaya mulai dari seni pesisir hingga tradisi pedalaman yang otentik.

Keberagaman tersebut mencerminkan identitas Kutim sebagai rumah bagi masyarakat multi-etnis yang hidup berdampingan selama puluhan tahun.

Baca juga  Gotong Royong Kantor: Wujud Kebersamaan PT Pelindo Regional 4 Bontang

Tidak hanya itu, asimilasi budaya Nusantara juga menjadi bagian penting dalam festival, memperlihatkan bagaimana Kutim menjadi ruang bertemunya berbagai kebudayaan dari penjuru Indonesia.

Ardiansyah menilai bahwa penguatan budaya merupakan langkah penting dalam pembangunan Kutim.

Ia menegaskan bahwa daerah yang maju adalah daerah yang mampu mempertahankan akar sejarahnya sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Tarsul, salah satu kesenian klasik Kutai, menjadi penampilan pamungkas malam penutupan. “Budaya asal tidak boleh kita tinggalkan,” pungkasnya.

Pertunjukan tersebut dipilih sebagai pesan simbolis bahwa budaya klasik tetap menjadi fondasi utama identitas Kutim.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian