Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda,  M. Novan Syahrony Pasie. (Bentangkaltim.com/ist).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, M. Novan Syahrony Pasie. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda- Belakangan ini berbagai platform media sosial (medsos) dihebokan dengan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) perawat maupun dokter melakukan tindakan yang tidak mencerminkan sebagai pelayan kesehatan.

Pasalnya di medsos sejumlah nakes tersebut ikut berkomentar ketika seorang pasien mengeluhkan tindakan pelayanan kesehatan di rumah sakit dinilai lamban hingga berujung pasien tersebut meninggal dunia.

Sejumlah nakes tersebut turut berkomentar di medsos menghujat keluarga pasien yang membagikan kisahnya di medsos tersebut.

Hal itu pun menuai reaksi dari netizen turut menyayangkan sebagai seorang nakes dipertanyakan etika komunikasi dan pelayanan di rumah sakti tersebut.

Di Kota Samarinda pun turut jadi perhatian, sebab seorang nakes dokter di RSUD AI Moeis pun berkomentar di medsos menghujat pasien berujung meminta maaf melalui akun media sosial.

Baca juga  Keterbatasan Sarana Prasarana Tak Menjadi Halangan Atlet Sepeda Binaan DOD Untuk Meraih Prestasi

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, M. Novan Syahrony Pasie pun turut menyayangkan etika komunikasi dari seorang nakes.

Novan mengatakan profesi dokter maupun tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab moral yang melekat, termasuk saat menyampaikan pendapat di ruang publik dan media sosial. Menurutnya, sikap maupun ucapan tenaga kesehatan dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

“Sebagai seorang dokter ataupun perawat, statusnya itu tetap melekat di masyarakat sebagai seorang tenaga kesehatan. Jadi jangan berpikir karena di luar jam kerja lalu tidak berkaitan dengan profesinya. Kami menyayangkan tindakan yang tidak tercermin seorang tenaga kesehatan,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Baca juga  DPRD Samarinda Siap Sidak Jika Ada Aduan Ceceran Material di Jalan Raya

Politisi Golkar ini mendorong agar manajemen RSUD IA Moeis yang menjatuhkan sanksi kepada tenaga kesehatan yang dianggap melanggar etika sebagai seorang nakes.

Selain itu, dia menegaskan evaluasi tidak boleh berhenti pada pemberian sanksi, melainkan juga menyasar pola komunikasi antara petugas, pasien, dan keluarga pasien.

“Seharusnya setiap kendala pelayanan, termasuk keterbatasan ruang perawatan, harus disampaikan secara terbuka agar tidak memicu kesalahpahaman. Kami minta agar ini dievaluasi total,” ungkap Novan.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina

Advertorial

Sejumlah Ruas Jalan di Palaran Masih Gelap, DPRD Samarinda Dorong Percepatan PJU