Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi lonjakan permintaan pangan menjelang Nataru, namun memastikan ketersediaan stok tetap stabil.
Berbagai langkah antisipatif telah dijalankan untuk mengamankan bahan pokok dengan melibatkan seluruh unsur distribusi.
Pemerintah menganggap potensi lonjakan permintaan bukan masalah selama pasokan, distribusi, dan pengawasan harga dijaga secara konsisten.
Oleh karena itu, evaluasi rutin dan pembahasan rantai pasok digelar sebagai tindakan preventif sebelum peningkatan konsumsi terjadi.
Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim, Vita Nurhasanah, menekankan bahwa pemerintah tidak ingin kenaikan permintaan memicu gejolak harga di pasar.
“Potensi lonjakan permintaan sudah dipetakan, tetapi stok tetap stabil dan pemerintah terus menjaga distribusi agar harga tidak terganggu,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, monitoring intensif dilakukan ke distributor dan pedagang untuk memastikan barang tidak terjadi penumpukan di pusat dan tidak terjadi keterlambatan pengiriman ke kecamatan.
Pemantauan juga mencakup gudang penyimpanan serta jalur distribusi utama.
Selain memantau kelancaran stok, pemerintah juga memperkuat komunikasi tertutup dan terbuka melalui grup koordinasi harga pangan, rapat koordinasi, dan laporan harian harga.
“Stabilitas pangan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi hasil kerja sama pemerintah, distributor, agen, dan pedagang,” ujarnya.
Pemkab Kutim juga memastikan opsi operasi pasar disiagakan sebagai instrumen stabilisasi jika ditemukan indikasi kenaikan harga tidak wajar pada komoditas tertentu.
Dengan strategi pengawasan terpadu tersebut, pemerintah optimistis Kutim mampu melewati periode akhir tahun dengan pasokan bahan pokok yang aman dan harga yang stabil.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan berbelanja secara proporsional.(ADV)










