Bontang, – Kenaikan harga LPG nonsubsidi mulai terasa di Kota Bontang dan memicu perubahan perilaku konsumen. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pangkalan dan penjual mengaku penjualan mengalami penurunan, terutama untuk tabung ukuran nonsubsidi yang harganya kian merangkak naik.
Situasi ini membuat sebagian masyarakat memilih menahan pembelian atau beralih ke alternatif lain yang lebih terjangkau. Di sisi lain, pelaku usaha kecil seperti warung makan dan pedagang kaki lima mulai merasakan tekanan karena biaya operasional ikut meningkat.
Seorang pedagang mengungkapkan, biasanya penjualan LPG nonsubsidi cukup stabil setiap harinya. Namun sejak harga naik, pembeli cenderung mengurangi frekuensi pembelian bahkan ada yang menunda hingga benar-benar membutuhkan.
Kondisi ini turut berdampak pada perputaran ekonomi di tingkat bawah. Penurunan daya beli terhadap kebutuhan energi rumah tangga menjadi sinyal bahwa kenaikan harga tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga berimbas pada aktivitas usaha masyarakat.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah tren penurunan ini akan berlangsung lama atau hanya bersifat sementara. Yang jelas, masyarakat kini dituntut untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran, sementara pelaku usaha berharap adanya stabilitas harga agar roda ekonomi tetap berjalan. (bai)










