Home / Advertorial / Kaltim

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:13 WIB

Optimalisasi Sektor Jasa dan UMKM Jadi Kunci, DPRD Samarinda Soroti Penurunan DBH Sawit

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Iswandi.(Bentangkaltim.com/ist)

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Iswandi.(Bentangkaltim.com/ist)

Bentangkaltim.com, Samarinda — Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mendorong pemerintah kota untuk segera mengalihkan fokus penguatan pendapatan daerah ke sektor jasa dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah ini dinilai penting seiring tren penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dari komoditas sawit dalam beberapa tahun terakhir.Menurut Iswandi, penurunan tersebut merupakan konsekuensi dari karakteristik wilayah Samarinda yang tidak berbasis pada sektor perkebunan. Dia menegaskan secara geografis dan struktur ekonomi, kota ini tidak memiliki keunggulan di bidang pertanian atau perkebunan kelapa sawit seperti daerah lain di Kaltim.

“Setiap tahun DBH sawit Samarinda terus menurun. Lahan kita terbatas dan memang bukan daerah pertanian,” kata Iswandi. “Jika dibandingkan dengan daerah seperti Kutai Timur atau Kutai Kartanegara, tentu mereka mengalami peningkatan, sedangkan Samarinda tidak bisa mengikuti pola yang sama,” ujarnya lagi.

Baca juga  Kejuaraan Sepakbola Piala Gubernur Kaltim Resmi Dibuka, Rasman : Dukungan Pengembangan Talenta Sejak Usia Dini

Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah Samarinda, penerimaan DBH sawit saat ini berada di kisaran Rp127 miliar.Meski masih menjadi salah satu sumber pendapatan daerah, nilainya terus mengalami penurunan sejak 2023. Penurunan ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global serta berkurangnya luas lahan perkebunan yang menjadi basis perhitungan DBH. Melihat kondisi tersebut, Iswandi menilai bahwa Samarinda perlu segera beradaptasi dengan memaksimalkan potensi ekonomi yang lebih relevan, yakni sektor jasa dan UMKM.

Politisi PDIP itu menyebutkan jumlah pelaku usaha di kota ini sebenarnya sangat besar, namun belum sepenuhnya terdata dan terkelola dengan baik.Ia mengungkapkan, berdasarkan penelusuran melalui platform digital, terdapat sekitar 150 ribu titik usaha di Samarinda. Namun, data resmi di DPMPTSP Samarinda hanya mencatat sekitar 122 ribu pelaku usaha. “Dari jumlah itu, baru sekitar 72 ribu yang memiliki Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI),” tegasnya.

Baca juga  Dewan Minta Dishub Tindak Tegas Kendaraan yang Parkir di Trotoar

Perbedaan angka ini menunjukkan masih banyak pelaku usaha yang belum masuk dalam sistem administrasi resmi pemerintah. Akibatnya, kontribusi mereka terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum dapat dioptimalkan. “Di situlah potensi besar yang harus kita kejar. Namun, pendekatannya harus tetap berkeadilan dan tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Bapenda Samarinda menjelaskan bahwa pemanfaatan DBH sawit saat ini lebih difokuskan untuk mendukung pembangunan daerah. Sekitar 80 persen dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, sementara 20 persen sisanya digunakan untuk program ketahanan pangan. Situasi ini semakin memperjelas bahwa ketergantungan terhadap sektor ekstraktif seperti sawit bukan lagi pilihan strategis bagi Samarinda. Sebaliknya, penguatan sektor jasa dan UMKM dinilai lebih sesuai dengan karakter kota serta berpotensi menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan di masa depan.

(air/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

DPRD Bontang Soroti Ketersediaan Material Pembangunan, Isu Galian C Jadi Perhatian dalam Pembahasan RTRW

Advertorial

Dukung Kesetaraan Bagi Disabilitas, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Inklusi di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Cermati Status Lahan Wana Tirta, Jangan Sampai RTRW Timbulkan Masalah Baru

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran