Home / Advertorial / Kaltim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda: Aksi Boti Hunter Jangan Sampai Berujung Persekusi

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Bentangkaltim.com).

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Bentangkaltim.com).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menanggapi maraknya aksi “Boti Hunter”, gerakan konvoi kelompok pemuda yang menyuarakan penolakan terhadap komunitas LGBTQ, yang belakangan menuai pro-kontra di tengah masyarakat, termasuk di Kota Samarinda.

Novan mengatakan pihaknya sempat hadir sebagai narasumber dalam forum anti-LGBTQ di Samarinda. Dalam forum tersebut, ia menyepakati sejumlah langkah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah penyebaran perilaku menyimpang, namun tetap menekankan pentingnya jalur yang sesuai aturan.

“Saya waktu itu hadir di acara forum anti-LGBTQ. Saya sebagai narasumber di sana, kita sudah bersepakat dengan semua rekan-rekan, semua stakeholder terkait,” kata Novan.

Ia menjelaskan, sambil menunggu regulasi yang lebih tegas dari pemerintah pusat, langkah yang bisa dilakukan saat ini adalah sosialisasi masif di berbagai lini, mulai dari tempat ibadah hingga tingkat rukun tetangga (RT) melalui program pemerintah kota.

Baca juga  Anggaran Renovasi Rp25 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Menyikapi pihak yang menyebut aksi semacam ini berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), Novan punya pandangan tersendiri. Menurutnya, tindakan siapa pun, baik dari kelompok yang menyimpang maupun dari kelompok yang melakukan aksi penolakan, tidak boleh sampai meresahkan atau merugikan orang lain.

“Kalau mereka melakukan tindakan yang membuat keresahan orang, itu pelanggaran HAM juga toh? Nah, kami juga berpegang ke situ,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan turut menyampaikan data terkait penyakit menular yang salah satunya disebabkan oleh pergaulan sesama jenis, yang menjadi salah satu dasar keprihatinan bersama para pemangku kepentingan di Samarinda dalam melihat akar persoalan ini.

Baca juga  SK Gubernur Belum Terbit, Pelantikan Pimpinan Definitif DPRD Bontang Tertunda

Novan juga mengaitkan persoalan ini dengan pentingnya edukasi terhadap anak dalam penggunaan gadget, yang menurutnya turut berkontribusi terhadap penyimpangan perilaku maupun sikap intoleran di kalangan muda.

“Harapannya ini edukasi orang tua terhadap anak, bagaimana membatasi. Bukan hanya anak usia dini, tapi anak yang sudah SMA pun perlu diketahui aktivitasnya di gadget agar tidak ada potensi mengarah ke penyimpangan,” katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, dan keluarga dapat terus diperkuat, sehingga penolakan terhadap perilaku menyimpang dapat disalurkan melalui jalur yang sah dan tidak berujung pada tindakan main hakim sendiri yang justru dapat menimbulkan persoalan hukum baru.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina

Advertorial

Sejumlah Ruas Jalan di Palaran Masih Gelap, DPRD Samarinda Dorong Percepatan PJU

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Polemik Dapur MBG Diselesaikan Secara Clear and Clean

Advertorial

DPRD Samarinda: Rencana Pemindahan Aktivitas Pelabuhan Masih Sebatas Arah Kebijakan

Advertorial

DPRD Samarinda Sudah Usulkan Transportasi Massal, Masih Tunggu Kepastian Anggaran

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Bakal Evaluasi Sistem SPMB hingga Tinjau Puskesmas

Advertorial

DPRD Samarinda Siap Sidak Jika Ada Aduan Ceceran Material di Jalan Raya