Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:01 WIB

Anggaran Terbatas Hambat Pengembangan Pariwisata Samarinda, DPRD Dorong Strategi Berkelanjutan

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto. (Bentangkaltim.com/ist).

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Keterbatasan anggaran masih menjadi persoalan utama yang menghambat pengembangan sektor pariwisata di Kota Samarinda.

Kondisi tersebut dinilai menyebabkan berbagai potensi wisata yang dimiliki ibu kota Kalimantan Timur itu belum dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan maupun memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menilai kemampuan fiskal pemerintah daerah saat ini belum cukup untuk mendorong pembangunan sektor pariwisata secara optimal.

Menurutnya, sebagian besar anggaran masih dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan program rutin sehingga ruang untuk mengembangkan destinasi wisata baru menjadi sangat terbatas.

Rusdi menjelaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata memerlukan investasi yang cukup besar.

Tidak hanya pembangunan kawasan wisata, tetapi juga peningkatan infrastruktur pendukung, penyediaan fasilitas bagi pengunjung, hingga promosi yang dilakukan secara berkelanjutan agar destinasi mampu menarik minat wisatawan.

“Dengan anggaran yang terbatas, sulit menghadirkan destinasi wisata baru yang benar-benar menarik,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (29/7/2026).

Ia menegaskan bahwa apabila Pemerintah Kota Samarinda ingin menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan daerah, maka peningkatan dukungan anggaran harus menjadi perhatian utama.

Menurutnya, tanpa dukungan pembiayaan yang memadai, pengembangan destinasi wisata akan berjalan lambat dan sulit bersaing dengan daerah lain.

Baca juga  Andi Faizal: Pemkot Harus Gerak Cepat Jika Penanganan Bencana Mendesak

Rusdi juga menilai perkembangan sektor pariwisata Samarinda masih tertinggal dibandingkan sejumlah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur.

Beberapa daerah, kata dia, telah berhasil mengembangkan kawasan wisata melalui perencanaan yang matang, pengelolaan yang berkelanjutan, serta dukungan investasi yang konsisten.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memiliki arah kebijakan yang lebih jelas dalam mengembangkan kawasan wisata, khususnya wisata budaya yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik khas Kota Samarinda.

“Konsep pengelolaan harus jelas agar pengembangannya memberi dampak bagi ekonomi masyarakat,” katanya.

Salah satu kawasan yang dinilai memiliki prospek besar adalah Desa Budaya Pampang.

Rusdi menyebut kawasan tersebut berpotensi menjadi destinasi unggulan apabila dikelola secara profesional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Menurutnya, pengelolaan yang baik tidak hanya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat melalui berbagai aktivitas usaha yang berkembang di sekitar kawasan wisata.

Selain itu, Rusdi mendorong agar pertunjukan seni dan budaya di Desa Budaya Pampang dapat diselenggarakan secara lebih rutin.

Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Samarinda memiliki kesempatan lebih luas untuk menikmati atraksi budaya tanpa harus menunggu pelaksanaan agenda atau perayaan tertentu.

Baca juga  Sri Puji Astuti: Juknis SPMB Sudah Jelas, Tantangannya Ada di Sosialisasi ke Masyarakat

Ia menilai konsistensi penyelenggaraan kegiatan budaya akan memperkuat citra Samarinda sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata daerah.

Di sisi lain, Rusdi juga menyoroti masih minimnya jumlah destinasi wisata yang tersedia di Kota Tepian.

Meski mengapresiasi kehadiran Teras Samarinda sebagai salah satu ikon baru kota, ia berpendapat bahwa keberadaan satu destinasi saja belum cukup untuk membangun industri pariwisata yang mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar.

“Samarinda membutuhkan lebih banyak destinasi agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa semakin beragam pilihan destinasi yang ditawarkan, semakin besar pula peluang terjadinya perputaran ekonomi di berbagai sektor.

Kehadiran wisatawan akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kuliner, perhotelan, transportasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pelaku ekonomi kreatif.

Karena itu, Rusdi berharap Pemerintah Kota Samarinda dapat meningkatkan alokasi anggaran bagi sektor pariwisata sekaligus menyusun strategi pengembangan yang terukur, berkesinambungan, dan berorientasi pada hasil.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci untuk melahirkan destinasi-destinasi wisata baru yang mampu meningkatkan daya saing daerah, memperkuat perekonomian masyarakat, serta memperbesar kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina

Advertorial

Sejumlah Ruas Jalan di Palaran Masih Gelap, DPRD Samarinda Dorong Percepatan PJU

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Polemik Dapur MBG Diselesaikan Secara Clear and Clean

Advertorial

DPRD Samarinda: Rencana Pemindahan Aktivitas Pelabuhan Masih Sebatas Arah Kebijakan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda: Aksi Boti Hunter Jangan Sampai Berujung Persekusi

Advertorial

DPRD Samarinda Sudah Usulkan Transportasi Massal, Masih Tunggu Kepastian Anggaran

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Bakal Evaluasi Sistem SPMB hingga Tinjau Puskesmas