Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Polemik Dapur MBG Diselesaikan Secara Clear and Clean

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Bentangkaltim.com/ist).

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menanggapi polemik penutupan ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi belakangan ini. Ia menilai pembenahan yang dilakukan pemerintah sudah tepat, namun perlu diselesaikan tanpa merugikan pihak mana pun.

Novan mengatakan penutupan sejumlah dapur MBG, baik yang disuspen sementara maupun ditutup permanen, dilatarbelakangi berbagai temuan penyimpangan selama proses berjalannya program tersebut.

“Saya mengikuti melalui media berkaitan tentang banyak dianggap penyimpangan-penyimpangan dalam proses selama ini proses MBG berjalan. Sehingga ada beberapa SPPG yang disuspen, bahkan ada yang sampai ditutup permanen,” kata Novan.

Ia menyebut, persoalan utama yang menjadi sorotan dalam evaluasi tersebut adalah aspek kebersihan dan sanitasi dapur, di samping persoalan perizinan yang turut menjadi catatan dalam proses pembenahan program MBG.

Baca juga  Salurkan Beasiswa Madani Rp1,46 Miliar, Wujud Komitmen UPZ Pupuk Kaltim Bangun SDM Bontang yang Berkelanjutan

Novan menilai langkah pembenahan yang dilakukan pemerintah pusat saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Meski begitu, ia mengingatkan proses tersebut jangan sampai berlarut-larut hingga menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.

“Pada prinsipnya langkah yang dilakukan pemerintah hari ini untuk pembenahan itu cukup baik. Tinggal bagaimana ini jangan sampai berlarut-larut sehingga tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.

PIa turut menyoroti nasib para pemilik SPPG yang terdampak penutupan, yang menurutnya juga perlu mendapat kejelasan status agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Baca juga  DPRD Samarinda Sebut Hari Anak Nasional Sebagai Momentum Ciptakan Lingkungan yang Aman Bagi Anak-anak

“Beberapa contoh misalnya pemilik SPPG yang nasibnya belum jelas juga nanti pasti akan mengadu. Ini yang maksudnya harus solusinya clear and clean, jadi tidak ada pihak yang dirugikan,” katanya.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang digagas pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah, sebagai upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi muda.

Novan berharap manfaat program MBG yang menjadi prioritas pemerintah pusat dapat segera terlaksana secara maksimal dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tanpa terganggu oleh persoalan teknis di lapangan.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00

Advertorial

Bukan Sekadar Lomba, Mission Challenge Badak LNG Satukan Warga Kompleks

Advertorial

Ketua DPRD Bontang Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026