Home / Bontang

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Paskibraka Bontang Cerita Perjuangan di Balik Suksesnya Pengibaran Bendera HUT RI ke-81

BENTANGKALTIM.COM, Bontang – Di balik suksesnya prosesi pengibaran bendera Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Senin (17/8/2026), tersimpan cerita perjuangan para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bontang.

Setelah menjalankan tugasnya dengan baik, sejumlah anggota Paskibraka mengungkapkan pengalaman mereka selama menjalani proses latihan hingga akhirnya dipercaya mengisi posisi masing-masing.

Salah satunya Natasya Aulia Putri, siswi SMK Negeri 1 Kota Bontang yang dipercaya sebagai pembawa baki. Ia mengatakan, tidak pernah mendapat bocoran terkait siapa yang akan terpilih untuk mengisi posisi tersebut.

Menurut Natasya, proses seleksi berlangsung secara adil sejak awal hingga akhir tanpa adanya informasi khusus mengenai siapa yang nantinya dipercaya menduduki posisi tertentu.

“Tidak ada bocoran sama sekali, karena memang fair dari awal sampai selesai seleksinya,” ujar Natasya.

Ia menjelaskan, penetapan posisi pembawa baki juga tidak dilakukan sejak awal proses latihan. Pada tahap awal, posisi yang ditentukan baru sebatas anggota PBB, sementara penetapan pembawa baki baru dipastikan menjelang pelaksanaan upacara.

“Belum fix sih dari awal. Awalnya cuma PBB-nya saja yang ditentukan, baru fix-nya itu (pembawa baki) akhir Juli atau awal bulan Agustus,” jelasnya.

Baca juga  Maju Pilkada, Ketua DPRD Bontang Telah Terima Surat Pengunduran Diri Muhammad Aswar

Menjalankan tugas sebagai pembawa baki di hadapan peserta upacara dan tamu undangan membuat Natasya sempat merasa tegang. Namun, ia berusaha menenangkan diri dan meyakinkan dirinya agar mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Tegang sih iya, tapi harus bisa tenangin diri dan yakin bisa,” katanya.

Cerita berbeda disampaikan Rahmat Putra G., yang bertugas sebagai Komandan Kompi. Usai seluruh rangkaian upacara selesai, Rahmat bersama rekan-rekannya sempat menangis. Bukan karena kesedihan, melainkan lantaran terharu setelah melewati proses latihan yang cukup berat.

“Karena terharu. Selama ini kita latihan setengah mati, apalagi di bulan Juli sampai Agustus full panas, nggak ada hujan. Sekalinya hujan pun malam hari,” ungkap Rahmat.

Menurutnya, tangisan tersebut menjadi luapan rasa lega setelah seluruh anggota Paskibraka berhasil menyelesaikan tanggung jawab yang telah mereka jalani selama masa persiapan.

“Jadi kami merasa tanggung jawab kami sudah selesai dan semuanya berakhir,” lanjutnya.

Rahmat juga mengungkapkan, para anggota Paskibraka menjalani pelatihan di barak selama lima hari. Ia menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan adanya efisiensi anggaran.

“Kami di barak cuma lima hari karena ada efisiensi anggaran,” ujarnya.

Baca juga  DPRD Bontang Launching Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional

Sementara itu, Muhammad Alviansyah P. yang bertugas sebagai pembentang bendera mengaku sempat merasakan tekanan menjelang menjalankan tugasnya.

“Deg-degan dan kepikiran, tapi berusaha untuk tetap santai,” kata Alviansyah.

Ia juga mengungkapkan bahwa penetapan dirinya sebagai pembentang bendera baru dilakukan saat pengukuhan pada Minggu (16/8/2026) malam, atau sehari sebelum pelaksanaan upacara.

“Pas pengukuhan, tadi malam, 16/08/2026,” ujarnya.

Pengalaman tak kalah berkesan juga dirasakan Muhammad Alfian Akbar R., yang dipercaya sebagai pengerek bendera. Ia mengaku senang setelah mengetahui dirinya terpilih untuk menjalankan tugas tersebut.

Namun, perjalanan Alfian hingga akhirnya dipercaya sebagai pengerek bendera tidak sepenuhnya mudah. Pada awal latihan, ia sempat merasa terpuruk hingga harus masuk tim medis dan mulai pesimis dapat melanjutkan proses tersebut.

“Awal latihan saya sempat down dan sempat masuk tim medis. Saya sudah pesimis kayaknya tidak bisa. Ternyata akhirnya bisa juga,” ungkap Alfian.

Berbagai cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan para anggota Paskibraka Kota Bontang dalam menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 RI. Rasa tegang, perjuangan selama latihan, hingga tangis haru setelah tugas selesai menjadi pengalaman yang melengkapi suksesnya prosesi pengibaran Sang Merah Putih di Kota Bontang. (Maa)

Share :

Baca Juga

Bontang

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Neni Pastikan Penghargaan Paskibraka Bontang Tetap Sama

Bontang

Upacara HUT ke-81 RI di Bontang Berlangsung Khidmat, Neni Soroti Ruang Ekspresi Generasi Muda

Bontang

Gelar Liga Bontangku di Litter Coffee, Perebutkan Prize Pool Jutaan Rupiah dan Slot Terbatas

Advertorial

Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

Bontang

Kebakaran Lahan Berhasil Dipadamkan, Damkar Cegah Api Merembet ke Rumah Warga

Bontang

Tiga Hari Terjebak di Tempat Tinggi, Seekor Kucing Berhasil Dievakuasi Damkar Bontang

Bontang

Seminar Pencegahan Seks Bebas dan LGBT di Kalangan Pelajar: Bentuk Keprihatinan Kondisi Pergaulan Bebas Remaja

Bontang

Lahan Dekat Permukiman di Satimpo Terbakar, Petugas Damkar Sukses Padamkan Api