Bentangkaltim, Bontang – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdu Safa Muha menegaskan bahwa komunikasi yang sehat merupakan kunci keberhasilan dalam menjalankan berbagai program, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan anak. Ia menyampaikan bahwa kritik sebaiknya dijawab dengan tindakan nyata dan kerja keras, bukan sekadar perdebatan yang tidak produktif. “Jika ada masalah, mari kita hadapi bersama dengan mencari solusi yang konstruktif,” ujarnya penuh harap.
Dalam rapat evaluasi yang berlangsung baru-baru ini, peserta sepakat untuk menerapkan lima standar operasional penting yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan program tersebut. Standar ini meliputi: pemilihan bahan makanan yang segar untuk menjamin kualitas gizi, proses pengolahan yang higienis agar makanan tetap aman dikonsumsi, distribusi makanan yang dilakukan tepat waktu supaya anak-anak mendapatkan makanan dengan kondisi terbaik, pemeriksaan makanan sebelum disajikan untuk memastikan keamanan, serta monitoring kesehatan anak secara rutin yang dilakukan oleh Puskesmas sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini gangguan kesehatan.
Wakil Wali Kota Agus Haris menambahkan bahwa program ini adalah sebuah inisiatif mulia yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Bontang. Ia mengingatkan agar jangan sampai program tersebut gagal akibat komunikasi yang tidak efektif antar pemangku kepentingan. “Mari kita bersama-sama membangun budaya evaluasi yang terbuka dan transparan. Perbaikan harus dilakukan secara bersama demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya dengan penuh semangat.
Rapat evaluasi ini menjadi bukti nyata komitmen antara pemerintah dan masyarakat dalam memastikan pelaksanaan program yang tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat maksimal. Melalui kerja sama yang erat dan komunikasi yang baik, diharapkan setiap anak di Bontang dapat menikmati haknya atas gizi terbaik yang menjadi fondasi penting dalam tumbuh kembang mereka. (bai/adv)










