Home / Nusantara

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 14:11 WIB

Ada Pengusaha Ngemplang Pajak, Pendapatan Negara Bocor 300 Triliun

Jakarta – Adik Presiden terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan ada 300 pengusaha yang mengemplang pajak. Alhasil, pendapatan negara bocor Rp 300 triliun.

Menurut Hashim, Prabowo sudah mengantongi nama-nama pengusaha yang dimaksud. Informasi itu didapat Prabowo dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan dikonfirmasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Ini data yang Pak Prabowo dapat dari Luhut dan Ateh (BKPK) dan dikonfirmasi dari LHK ada jutaan hektar kawasan hutan diokupasi liar oleh pengusaha kebun sawit nakal ternyata sudah diingatkan tapi sampai sekarang belum bayar,” terang Hashim yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra dalam diskusi bersama Kadin, (12/10/2024).

Baca juga  Bontang City Carnival 2025 Siap Meriahkan HUT Kota Bontang ke-26

“Dan kami dapat data bisa sampai Rp 300 triliun yang belum bayar ini. Ini data yang dihimpun dari pemerintah. So, saat ini Pak Prabowo, kita sudah dapat daftar 300 lebih, saya tidak lihat kawan-kawan Kadin di dalam daftar itu, tapi akan saya cek lagi,” tambah Hashim.

Hashim mengatakan para pengusaha sawit nakal ini mendirikan perkebunan sawit ilegal. Alhasil, pajak dari aktivitas perkebunan itu tidak masuk ke kantong negara.

“Ada jutaan hektar kawasan hutan di okupasi liar oleh pengusaha kebun sawit nakal. Ternyata sudah diingatkan tapi sampai sekarang belum bayar (pajak),” ujarnya.

Baca juga  500 T Devisa Negara Untuk Impor Minyak dan Gas

Kebocoran anggaran menjadi salah satu topik yang kerap Prabowo Subianto bahas selama masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 silam. Bahkan pada kala itu, Prabowo sempat dipanggil dengan sebutan Prabocor karena sering membahas masalah kebocoran anggaran.

Salah satu strategi yang telah disiapkan Prabowo untuk menangani kondisi ini ialah membentuk Kementerian Penerimaan Negara. Adapun sebelumnya, Prabowo dikabarkan akan membentuk Badan Penerimaan Negara dan bukan kementerian.

“Ada Asta Cita ke 8 itu Badan Penerimaan Negara. Itu jadi Kementerian Penerimaan Negara. Menterinya sudah ada,” ujarnya

Share :

Baca Juga

Nusantara

Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Bergulir Lagi, Roy Suryo Usul Libatkan UI dan BRIN

Nusantara

Ahok Kritik Keras Wacana Sawit di Papua: Banyak Permainan Kotor Bos Sawit

Nusantara

Awal Pekan Diguyur Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat Ancam Kota-Kota Besar

Nusantara

Evakuasi Duka di Musala Al Khoziny: 40 Jenazah Ditemukan setelah 7 Hari Reruntuhan

Nusantara

Kisah Heroik Rafi, Santri Ponpes Al Khoziny yang Rela Menyelamatkan Teman Sebelum Tutup Usia

Nusantara

Jokowi yang Dulu Pilih Pensiun di Solo, Kini Terekam Beri Arahan Petinggi PSI di Bali: Masih Berpolitik?

Nusantara

Dugaan Penyalahgunaan Smart TV Bantuan Presiden, dipakai Karaoke

Nusantara

Bali Dilanda Banjir Hebat, Dua Permukiman dan Akses Transportasi Lumpuh