Home / Advertorial / Bontang

Senin, 16 September 2024 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Bontang Yassier Arafat: Peningkatan Peluang Kerja, Solusi Atasi Masalah Narkoba

Anggota DPRD Bontang, Yasser Arafat

Anggota DPRD Bontang, Yasser Arafat

Bentangkaltim.com, Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Yassier Arafat, mengusulkan agar Pemerintah Kota Bontang memperluas peluang kerja sebagai salah satu solusi utama untuk mengurangi permasalahan narkotika. Menurutnya, masalah ekonomi sering menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat terlibat dalam peredaran narkoba.

Yassier menekankan bahwa penanganan masalah narkotika seharusnya lebih fokus pada pemutusan rantai peredaran, bukan hanya pada pengguna. “Kalau penggunanya, cukup diberikan rehabilitasi saja. Tapi yang harus ditangkap itu pengedarnya,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon.

Ia menjelaskan, tingginya angka kriminalitas di Bontang sebagian besar disebabkan oleh ketidakstabilan pendapatan dan minimnya peluang kerja bagi masyarakat. Kondisi ini semakin diperburuk bagi mereka yang sudah memiliki tanggungan keluarga, sehingga banyak yang tergoda mencari jalan pintas seperti menjual narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga  25 Anggota DPRD Bontang Ikuti Masa Orientasi di Balikpapan

“Jual narkoba memang bisa cepat dapat uang, tapi apakah hati bisa tenang? Tentu tidak. Karena itu, ayo kita galakkan pembukaan lapangan pekerjaan. Memang tidak mudah, tapi yang penting ada aksi nyata terlebih dahulu,” ujar Yassier.

Yassier juga menyoroti masalah tingginya standar kriteria dalam melamar pekerjaan, mulai dari syarat pendidikan hingga pengalaman kerja yang sering kali sulit dipenuhi oleh pencari kerja. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan keterampilan bagi para pencari kerja.

Baca juga  Berjalan Tahun ini Seragam Sekolah Gratis SD SMP akan Berdayakan Penjahit Lokal, Disdikbud : 1 Sekolah 1 Penjahit Lokal

“Peningkatan keterampilan ini bisa dilakukan melalui program pelatihan dari pemerintah. Namun, pelatihan saja tidak cukup. Harus ada jaminan bahwa peserta pelatihan tidak akan menganggur setelah mengikuti program tersebut,” jelas politisi dari Partai Golkar ini.

Ia menekankan pentingnya keterkaitan antara program pelatihan dan kebutuhan industri. “Misalnya perusahaan butuh tenaga kerja tertentu, maka pemerintah bisa membuat pelatihan sesuai kebutuhan tersebut, dan para peserta yang sudah dilatih inilah yang nantinya direkrut,” tambahnya.

Yassier berharap agar Pemerintah Kota Bontang dapat lebih serius memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya melalui penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.(tri/adv)

Share :

Baca Juga

Bontang

Kusnadi Resmi Gantikan Suriadi Said Pimpin PWI Bontang

Bontang

HPN 2026, PWI Bontang Ingatkan Ancaman Hilangnya Kepercayaan Publik pada Pers

Advertorial

Dukung Keberlanjutan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Resmikan Modernisasi Pabrik Tertua Pupuk Kaltim

Bontang

Catat Sejarah, Kelurahan Satimpo Juara 1 Tingkat Nasional Dalam Ajang Lomdeskel

Bontang

Neni Moerniaeni Lantik 6 Pejabat, Fokus Tekankan Kinerja, Integritas, dan Ketahanan Fiskal dan Peningkatan Layanan Publik

Bontang

Neni Moernaeni Tegas: Pejabat OPD dengan Kinerja Buruk Siap-Siap Tukin Dipotong

Bontang

ONE STEP yang Mengubah Segalanya: Kisah Perjuangan MBPKT di Thailand

Bontang

Saat STITEK Bontang Mulai Menyusun Jalan Menuju Universitas