Bentangkaltim.com, Bontang – Usulan pembentukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemuda di Kota Bontang mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kota Bontang, Winardi. Menurutnya, sudah saatnya pemuda diberikan ruang yang lebih luas dan terstruktur untuk menyampaikan gagasan, kebutuhan, serta aspirasinya dalam proses pembangunan daerah.
Dukungan tersebut disampaikan Winardi saat menghadiri kegiatan Dialog Pemuda yang diselenggarakan KNPI Kecamatan se-Kota Bontang di Aula Dispopar Kota Bontang, Minggu (7/6/2026). Dalam forum itu, ia menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton atau objek pembangunan, melainkan harus menjadi bagian penting dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.
Menurut politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Awin itu, berbagai ide dan pemikiran generasi muda harus mendapat ruang dalam Musrenbang. Bila perlu dilaksanakan khusus untuk Musrenbang Pemuda, agar program pembangunan yang disusun pemerintah benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
“Kalau bisa ada musyawarah atau rembuk pemuda. Pikiran-pikiran pemuda itu harus diakomodasi dan harus masuk dalam Musrenbang. Jangan sampai anak muda hanya dilibatkan saat pelaksanaan program, tetapi tidak diberi ruang ketika perencanaan pembangunan disusun,” ucap Awin.
Awin menilai generasi muda memiliki perspektif yang berbeda dalam melihat berbagai persoalan daerah. Dengan kreativitas, inovasi, dan semangat yang dimiliki, pemuda dapat memberikan kontribusi besar dalam merumuskan program pembangunan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Namun demikian, ia menegaskan seluruh upaya untuk memperkuat peran pemuda harus memiliki dasar hukum yang jelas. Karena itu, dirinya terus mendorong percepatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kepemudaan yang saat ini sedang disusun DPRD Kota Bontang.
Ia mengatakan keberadaan Perda tersebut akan menjadi landasan hukum bagi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program kepemudaan, termasuk memberikan dukungan anggaran dan fasilitas kepada organisasi kepemudaan.
“Ayo kita kuatkan lewat Perda (Peraturan Daerah, red). Misalnya ada bantuan atau program untuk organisasi kepemudaan, tentu pemerintah tidak bisa sembarangan menjalankannya tanpa dasar hukum yang jelas. Karena itu, Perda (Peraturan Daerah, red) ini penting untuk memberikan kepastian dan legalitas,” tegasnya.
Legislator Bontang Utara itu juga mengungkapkan Raperda Kepemudaan merupakan regulasi yang baru pertama kali dibahas secara serius di DPRD Kota Bontang. Bahkan, ia menyebut pembahasan Perda tersebut menjadi momentum penting dalam sejarah pembangunan kepemudaan di Kota Taman.
Saat ini, DPRD memiliki target waktu yang cukup singkat untuk menyelesaikan pembahasan regulasi tersebut. Karena itu, ia berharap seluruh elemen kepemudaan dapat ikut berpartisipasi dan memberikan masukan agar perda yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
“Kita hanya punya waktu sekitar tiga bulan untuk membahasnya. Harapan saya, pembahasan ini diramaikan oleh teman-teman pemuda. Berikan masukan dan ide-ide terbaik agar regulasi ini benar-benar bermanfaat,” harapnya.
Ke depan, lanjut Winardi, DPRD juga akan melakukan harmonisasi regulasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Hukum dan HAM, serta mempelajari daerah-daerah yang dinilai berhasil dalam mengelola sektor kepemudaan.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Bontang, Indra Wijaya, menegaskan pentingnya menghadirkan Musrenbang Pemuda sebagai wadah resmi bagi generasi muda untuk menyampaikan kebutuhan dan gagasannya terkait pembangunan daerah.
Indra mengungkapkan selama ini banyak pemuda yang memiliki ide-ide konstruktif untuk kemajuan Kota Bontang. Namun, belum tersedia ruang formal yang secara khusus menghimpun aspirasi tersebut agar dapat masuk dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Ia menilai keberadaan Musrenbang Pemuda akan memperkuat partisipasi generasi muda sekaligus menjadi sarana untuk menghimpun berbagai aspirasi dari organisasi kepemudaan, komunitas, hingga pemuda yang aktif di lingkungan masyarakat.
“Kami berharap ke depan dapat dilaksanakan Musrenbang Pemuda sebagai wadah resmi bagi anak-anak muda Bontang untuk menyampaikan kebutuhan, gagasan, dan usulan program pembangunan. Pemuda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus menjadi subjek yang terlibat aktif dalam menentukan arah pembangunan kota,” terang Indra. (Jy/Adv DPRD Bontang)









