Bentangkaltim.com, Bontang – Jalur evakuasi dan titik kumpul masyarakat di sekitar kawasan PT Badak LNG menjadi perhatian DPRD Bontang. Dewan meminta perusahaan dan pemerintah memastikan warga memahami langkah yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat industri.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan prosedur internal perusahaan. Informasi mengenai evakuasi harus diketahui masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar kawasan industri.
“Yang ingin kita dengarkan adalah bagaimana penanggulangan kalau terjadi bencana yang sangat dahsyat dan apa tindakan PT Badak kepada masyarakat di lingkungan,” ujar Sahib, Kamis (10/9/2026).
Menurut dia, keberadaan buffer zone atau zona penyangga antara fasilitas industri dan permukiman menjadi salah satu aspek yang perlu diperjelas. Warga di kawasan seperti Kampung Baru, kata Sahib, harus mengetahui ke mana mereka harus bergerak ketika kondisi darurat terjadi.
“Misalnya ada masyarakat di Kampung Baru, kita perlu tahu apa tindakan yang dilakukan perusahaan terhadap masyarakat di buffer zone,” katanya.
General Manager Safety PT Badak LNG, Sapto Benarimo, memastikan perusahaan telah menyiapkan sejumlah titik kumpul untuk mendukung proses evakuasi. Lokasi tersebut telah diberi penanda agar mudah dikenali.
“Kami identifikasi titik kumpul. Plang-plangnya sebenarnya sudah dipasang di masing-masing titik sebagai titik kumpul untuk proses evakuasi,” jelas Sapto.
Titik kumpul tersebut juga dievaluasi bersama BPBD untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan keselamatan.
Sapto menambahkan, buffer zone berfungsi memisahkan area komunitas dengan fasilitas kilang. PT Badak LNG juga rutin melakukan sosialisasi terkait keselamatan, operasional perusahaan dan prosedur yang harus dilakukan masyarakat saat kondisi darurat.(ASR/ADV DPRD BONTANG)









