Home / Advertorial / Kaltim

Sabtu, 8 November 2025 - 08:34 WIB

Kasus ISPA di Teluk Lingga Meningkat, Kepala Puskesmas: Perlu Ditelusuri Faktor Penyebabnya

Kepala Puskesmas Teluk Lingga, Sri Endrayati

Kepala Puskesmas Teluk Lingga, Sri Endrayati

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Puskesmas Teluk Lingga mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena terjadi hampir di semua wilayah kerja dan diduga kuat dipengaruhi oleh kebiasaan merokok serta paparan debu di lingkungan masyarakat.

Dari sekitar 2.500 kunjungan pasien yang diterima Puskesmas setiap bulannya, sebagian besar datang dengan keluhan batuk, pilek, dan gangguan pernapasan.

Meski persentase pastinya belum ditarik, tren kenaikan kasus ini cukup terasa di lapangan dan menjadi catatan penting bagi tenaga kesehatan di Teluk Lingga.

“Prosentasinya memang belum kita hitung secara detail, tapi karena ada peningkatan, ini harus kita amati lagi. Kita akan telusuri faktor-faktor penyebabnya, apakah dari kebiasaan merokok, kualitas udara, atau faktor lingkungan lainnya,” jelas Kepala Puskesmas Teluk Lingga, Sri Endrayati, Jumat (7/11/2025).

Baca juga  Menjelang Tenggat, Polemik Tahura Bukit Soeharto Kian Menghangat

Sri Endrayati menyebut, peningkatan kasus ISPA juga sejalan dengan laporan dari sejumlah daerah lain di Kutai Timur (Kutim). Menurutnya, faktor rokok menjadi salah satu penyebab paling dominan. Karena itu, pihaknya telah mendorong pembentukan kawasan tanpa rokok (KTR) di sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah dan kantor pemerintahan.

“Kami sudah terus mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan KTR, meski penerapannya di lapangan masih menjadi tantangan karena wilayah kerja yang luas,” tuturnya.

Selain ISPA, Puskesmas Teluk Lingga juga mencatat tingginya kasus penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes.

Berdasarkan data kunjungan rutin, sekitar 2.200 hingga 2.300 pasien hipertensi tercatat setiap bulan, sementara penderita diabetes melitus mencapai lebih dari 700 orang

“Angka ini menunjukkan bahwa pola hidup dan kebiasaan masyarakat masih perlu mendapat perhatian serius,” terangnya.

Untuk kelompok bayi dan anak-anak, keluhan yang paling sering dijumpai adalah batuk, pilek, dan diare, namun terdapat pula sejumlah kasus penyakit bawaan seperti kelainan jantung meski dengan jumlah kecil.

Baca juga  SMPN 1 Bontang Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Aneka Lomba

Petugas kesehatan terus melakukan pemantauan rutin terhadap balita terutama yang berisiko stunting, dengan menggandeng lintas sektor di wilayah kerja.

“Kalau untuk bayi, kebanyakan memang keluhannya batuk pilek dan diare. Tapi ada juga beberapa kasus kelainan jantung bawaan. Walaupun prosentasenya kecil, kasus seperti ini tetap menjadi perhatian kami,” pungkas Sri Endrayati.

Pihaknya terus berupaya memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya menghindari paparan asap rokok.

Melalui pendekatan preventif dan kerja sama lintas sektor, Puskesmas Teluk Lingga berharap masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan diri dan lingkungan, sehingga angka kasus ISPA dan penyakit kronis dapat ditekan.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

DPRD Bontang Soroti Ketersediaan Material Pembangunan, Isu Galian C Jadi Perhatian dalam Pembahasan RTRW

Advertorial

Dukung Kesetaraan Bagi Disabilitas, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Inklusi di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Cermati Status Lahan Wana Tirta, Jangan Sampai RTRW Timbulkan Masalah Baru

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran