Home / Advertorial / Bontang

Sabtu, 20 September 2025 - 05:09 WIB

Lomba GAGAS 2025, Disdikbud Bontang Tingkatkan Inovasi Pengelolaan Arsip dan Fokus Penguatan SDM

Disdikbud Bontang Ikut Lomba GAGAS 2025, Dorong Pentingnya Tata Kelola Arsip (Foto: Dok Disdikbud Bontang)

Disdikbud Bontang Ikut Lomba GAGAS 2025, Dorong Pentingnya Tata Kelola Arsip (Foto: Dok Disdikbud Bontang)

Bentangkaltim, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus berupaya memperkuat tata kelola kearsipan agar lebih efektif dan berkelanjutan. Dalam presentasi di ajang Good Archival Governance Awards (GAGAS) 2025, Disdikbud menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci utama dalam pengelolaan arsip.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kota Bontang, Yuti Nurhayati, pelbagai upaya yang sudah dilakukan guna mengikuti ajang tersebut. Mulai dari pembentukan tim khusus melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas, penyusunan unit teknis seperti UK2 dan UP1, hingga penyediaan record center sebagai pusat pengelolaan arsip.

“Kami sudah membentuk tim, menyiapkan unit teknis, hingga record center. Tapi yang terpenting adalah komitmen dan kesadaran bersama bahwa arsip itu vital,” ujar Yuti mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Disdikbud Bontang, Saparudin usai persentase, Rabu (17/9/2025).

Baca juga  Singa Geweh Genjot Pembangunan Inklusif, Prioritaskan Kesejahteraan dan Kemandirian Warga

Selain itu, dia bilang, komitmen internal juga ditekankan agar setiap bidang di lingkungan Disdikbud Bontang memahami peran penting arsip dalam mendukung kinerja. Yuti juga menyoroti tantangan utama bukan hanya soal sistem, melainkan juga keterbatasan Sumber Daya Manusia.

Yuti menilai, meski sudah ada tenaga arsiparis, beban kerja yang besar seringkali tidak sebanding dengan jumlah personel yang tersedia. Artinya, kemampuan tenaga kerja mesti ditunjang dengan jumlah (kuantitas) dari pegawai yang ada di lingkungan tersebut.

Baca juga  Berikut Adalah Daftar Nomor Urut Paslon Pilkada Bontang 2024

“Misalnya, seorang arsiparis idealnya menangani 15 item, tapi kenyataannya bisa sampai 30. Itu jelas tidak seimbang. Jadi solusinya, kita harus memenuhi kebutuhan kuantitas sekaligus meningkatkan kualitas SDM,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disdikbud Bontang telah menyiapkan strategi berupa pengusulan formasi jabatan baru berbasis Analisis Kebutuhan Jabatan (ANJ), serta peningkatan kompetensi arsiparis melalui Analisis Kebutuhan Diklat.

Berbagai metode pelatihan juga terus diupayakan agar kemampuan pengelolaan arsip semakin profesional. Sehebat apa pun sistem yang dibuat, tanpa didukung personel yang memadai baik dari segi jumlah maupun kompetensi, hasilnya tidak akan maksimal

“Inovasi itu penting, tapi tidak bisa dilepaskan dari kesiapan SDM,” pungkasnya. (Jay/Adv).

Share :

Baca Juga

Bontang

Seorang Pria Ditangkap Polisi Usai Jatuhkan Barang Bukti Jenis Sabu di Kawasan Bontang Utara

Bontang

Geger Temuan Mayat di Kamar Kost Bontang Utara, Diduga Meninggal Sejak Sabtu

Bontang

Revitalisasi Bandara Badak LNG Dimulai, Harapan Baru Konektivitas Bontang

Bontang

SMP Ngeri 9 Bontang Raih Penghargaan sebagai Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak Madya dari Kementerian PPPA

Bontang

Shemmy Permata Sari Salurkan Bantuan Mengaji untuk Warga Berbas Tengah

Bontang

Wali Kota Turun Tangan, Beras Basah Bersiap Berbenah

Bontang

Ketergantungan Dana Eksternal, APBD 2027 Bontang Terancam

Bontang

Tak Penuhi Standar IPAL, 9 Dapur MBG Bontang Dihentikan