Home / Advertorial / Bontang

Rabu, 2 Oktober 2024 - 12:16 WIB

Maming Tekankan Pentingnya Pelatihan Tepat Sasaran bagi Anak Putus Sekolah

Anggota DPRD Bontang, Maming.(ist)

Anggota DPRD Bontang, Maming.(ist)

 

Bentangkaltim.com, Bontang – Alokasi anggaran sebesar Rp 160 miliar untuk program bimbingan teknis (Bimtek) Pemerintah Kota Bontang pada tahun anggaran 2024 menarik perhatian Anggota DPRD Kota Bontang, Maming. Ia menyoroti pentingnya agar anggaran tersebut digunakan secara tepat sasaran, terutama untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bontang.

Dalam penjelasannya, Maming mengacu pada salah satu program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yaitu peningkatan SDM. Namun, ia menekankan bahwa dana Bimtek perlu difokuskan pada kelompok-kelompok yang lebih membutuhkan, seperti anak-anak putus sekolah atau yang tidak dapat melanjutkan pendidikan.

“Saya ingin menekankan pentingnya tepat sasaran. Anak-anak yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan perlu mendapatkan pelatihan yang sesuai,” kata Maming.

Baca juga  Implementasi Pelican Crossing di Samarinda Dinilai Belum Maksimal Akibat Rendahnya Disiplin Masyarakat

Ia menyarankan agar pelatihan yang diberikan berbasis industri, mengingat potensi Bontang yang memiliki banyak sektor industri. Dengan memberikan keterampilan yang relevan, diharapkan anak-anak putus sekolah dapat mengisi peluang kerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Bontang, sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran.

“Dengan mengurangi pengangguran, tentu kemiskinan akan berkurang juga,” tambahnya.

Maming menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program Bimtek di Bontang, namun ia mengingatkan agar tujuan dari program tersebut benar-benar tercapai. Ia menekankan bahwa Bimtek seharusnya tidak hanya dilakukan untuk formalitas, melainkan harus menghasilkan dampak nyata, terutama dalam memberikan keterampilan kerja bagi anak muda yang tidak melanjutkan sekolah.

“Mereka perlu diberikan skill, agar bisa bekerja di industri-industri yang ada di Bontang,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pjs Wali Kota Bontang, Munawwar, juga telah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengevaluasi program Bimtek, memastikan apakah kegiatan tersebut sudah tepat sasaran atau belum. Ia menekankan bahwa peserta Bimtek harus diseleksi sesuai kebutuhan agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dengan baik oleh peserta.

Baca juga  Sekwan Persiapkan Seremonial Untuk Pelantikan Anggota DPRD 2024-2029

Selain itu, Munawwar juga menekankan pentingnya mengevaluasi urgensi dari setiap kegiatan Bimtek, terutama mengingat banyaknya jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh beberapa OPD. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa ilmu yang diberikan melalui Bimtek benar-benar memberikan manfaat bagi peserta serta selaras dengan kebutuhan di lapangan.

Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang efektivitas penggunaan anggaran Bimtek, serta mendorong peningkatan SDM yang lebih terarah dan tepat sasaran di Kota Bontang.(tri/adv)

Share :

Baca Juga

Bontang

Dari Tabang dan Bontang ke Istana Negara, Dua Pelajar Kaltim Lolos Paskibraka Nasional 2026

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Bontang

Ribuan Balita Ditimbang Serentak, Ini Langkah Besar Bontang Lawan Stunting

Advertorial

Winardi Perjuangkan Payung Hukum bagi Kreativitas dan Gerakan Anak Muda, Dorong Perda Pemuda di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Advertorial

DPRD Bontang Dukung Musrenbang Pemuda, Winardi: Aspirasi Anak Muda Harus Masuk dalam Perencanaan Pembangunan

Advertorial

Winardi Ajak Pemuda Ambil Peran dalam Pembangunan, Sebut Masa Depan Bontang Ada di Tangan Generasi Muda