Home / Advertorial / Bontang

Kamis, 10 September 2026 - 12:56 WIB

PAD Bontang Anjlok 2,69 Persen, Fraksi PDIP Pertanyakan Proyeksi SILPA APBD 2026

PAD Bontang Anjlok 2,69 Persen, Fraksi PDIP Pertanyakan Proyeksi SILPA APBD 2026

PAD Bontang Anjlok 2,69 Persen, Fraksi PDIP Pertanyakan Proyeksi SILPA APBD 2026

Bentangkaltim.com, Bontang – Ruang fiskal Bontang kembali menjadi perhatian DPRD. Di tengah pembahasan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru terkoreksi 2,69 persen. Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah tidak sekadar mencatat penurunan tersebut, tetapi membuka penyebab hingga strategi pemulihannya.

Catatan itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang Winardi dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi terhadap Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD Bontang 2026, Selasa (8/9).

Winardi mengatakan, koreksi PAD perlu dijelaskan secara terukur. Mulai dari komponen penerimaan yang turun, penyebabnya, hingga capaian realisasi sepanjang semester I 2026.

Baca juga  ASN Bontang Dipecat karena Korupsi, DPRD Ingatkan Sanksi Tak Bisa Dihindari

“Fraksi meminta pemerintah menjelaskan secara rinci komponen PAD yang terkoreksi, faktor penyebabnya, basis realisasi sampai dengan semester I, serta langkah pemulihan penerimaan sampai akhir tahun,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan PAD harus tetap memperhatikan kemampuan masyarakat. Optimalisasi penerimaan jangan berujung pada bertambahnya beban warga.

Sorotan berikutnya diarahkan pada proyeksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Winardi meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyusun proyeksi secara lebih realistis dan akurat.

Ketidakcermatan proyeksi, lanjut dia, berpotensi memengaruhi ruang pembiayaan program prioritas. Salah satunya pembangunan Waduk Kanaan A yang dinilai penting untuk pengendalian banjir dari sisi hulu.

Baca juga  Tembok Rumah Warga di Berebas Tengah Jebol Akibat Tak Kuat Menahan Luapan Air

Di sisi lain, pendapatan transfer masih mendominasi struktur pendapatan Bontang, yakni sekitar 78,70 persen. Fraksi PDI Perjuangan mendorong penguatan PAD melalui pembenahan tata kelola penerimaan, optimalisasi aset, dan pengembangan ekonomi daerah.

Dengan waktu pelaksanaan APBD Perubahan 2026 yang terbatas, OPD juga diminta mempercepat program tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan. Penurunan belanja daerah 5,67 persen pun diingatkan tidak boleh berdampak pada pelayanan dasar masyarakat.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Fraksi ADB Minta Penyertaan Modal BUMD Bontang Beri Manfaat Terukur dan Dividen Jelas

Advertorial

Fraksi ADB Minta APBD Bontang 2027 Perkuat Kebijakan Kesehatan Mental dan Cegah Bunuh Diri

Advertorial

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi ADB Soroti Kondisi Fiskal dan Ketergantungan Transfer

Advertorial

Fraksi PKB Soroti Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar di APBD Bontang 2027

Advertorial

APBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PKB Minta Belanja Berpihak ke Masyarakat

Advertorial

Winardi Soroti Anggaran Infrastruktur dan Pengendalian Banjir Bontang

Advertorial

Fraksi PDIP Soroti Rp402 Miliar Kurang Bayar DBH dalam RAPBD Bontang 2027

Advertorial

PAD Bontang 2027 Masih Bergantung Transfer, Fraksi PDIP Minta Strategi Lebih Terukur