Home / Advertorial / Bontang

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:25 WIB

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Klasifikasi RTH, Joni Alla’ Padang Minta Dasar Penetapan WK Dikaji Ulang

Pansus RTRW DPRD Bontang meminta terkait penetapan klasifikasi wilayah kota (WK) yang menjadi acuan dalam penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) diperdalam. (Bentangkaltim.com/asr)

Pansus RTRW DPRD Bontang meminta terkait penetapan klasifikasi wilayah kota (WK) yang menjadi acuan dalam penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) diperdalam. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Bontang menyoroti dasar penetapan klasifikasi wilayah kota (WK) yang menjadi acuan dalam penyediaan ruang terbuka hijau (RTH). Ketua Pansus RTRW DPRD Bontang, Joni Alla’ Padang, meminta pemerintah daerah mengkaji kembali penetapan kategori tersebut agar sesuai dengan ketentuan dalam regulasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Menurut Joni, pembahasan mengenai RTH tidak hanya berbicara mengenai persentase luasan ruang hijau, tetapi juga harus memperhatikan metode penghitungan yang digunakan dalam regulasi. Kesalahan dalam menentukan kategori wilayah berpotensi memengaruhi perencanaan tata ruang Kota Bontang ke depan.

Ia menjelaskan, dalam Permen ATR yang mengatur tata cara penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau terdapat pengelompokan wilayah kota ke dalam beberapa kategori atau WK. Berdasarkan paparan pemerintah, Bontang saat ini diklasifikasikan sebagai WK 2.

Namun, Joni menilai penetapan tersebut masih perlu ditelaah lebih dalam. Sebab, secara karakteristik wilayah administrasi, Kota Bontang memiliki luasan kawasan hutan lindung yang cukup dominan dibandingkan kawasan perkotaannya.

Baca juga  Sinergi dan Profesionalisme, PWI Bontang Matangkan Program Kerja di Vila Kooala Bontang

“Kalau persentase itu dihitung berdasarkan luas administrasi, tentu hasilnya akan berbeda. Padahal wilayah administrasi Bontang sebagian besar merupakan kawasan hutan lindung. Menurut saya, yang perlu menjadi pembanding adalah antara luas kawasan perkotaan dengan ketersediaan ruang terbuka hijau,” ujarnya saat rapat pembahasan RTRW, Selasa (28/7/2026).

Ia khawatir penggunaan dasar perhitungan yang kurang tepat akan menghasilkan target penyediaan RTH yang tidak mencerminkan kondisi riil Kota Bontang. Dalam rapat tersebut, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjelaskan simulasi yang dilakukan mengacu pada ketentuan Urban Performance Index (UPI). Berdasarkan hasil simulasi tersebut, persentase RTH Kota Bontang dinilai telah berada di atas 30 persen sehingga masuk dalam kategori WK 2.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab keraguan Pansus. Joni meminta perangkat daerah menunjukkan secara rinci dasar hukum dan lampiran dalam Peraturan Menteri ATR yang menjadi acuan penetapan kategori wilayah tersebut.

Baca juga  Sri Puji Astuti: Juknis SPMB Sudah Jelas, Tantangannya Ada di Sosialisasi ke Masyarakat

Ia bahkan meminta bagian lampiran yang mengatur tata cara penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau disiapkan secara khusus agar dapat dibandingkan dengan hasil kajian Pansus.Menurutnya, literatur yang dipelajari menunjukkan kemungkinan Kota Bontang justru lebih tepat masuk dalam kategori WK 4 sebagai kota kecil, bukan WK 2 sebagaimana yang dipaparkan pemerintah daerah.

“Kita perlu memastikan dulu dasar klasifikasinya. Jangan sampai penetapan WK keliru karena akan berpengaruh terhadap arah penyusunan RTRW dan kebijakan penyediaan ruang terbuka hijau di Kota Bontang,” tegasnya.

Pansus RTRW pun berencana melakukan pencocokan data dan membandingkan interpretasi regulasi tersebut sebelum mengambil kesimpulan dalam pembahasan Raperda RTRW. Langkah itu dilakukan agar seluruh substansi yang dimuat dalam regulasi benar-benar sesuai dengan ketentuan nasional sekaligus mencerminkan kondisi faktual wilayah Kota Bontang. (ASR/ADV DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Cetak UMK Berdaya Saing, Pupuk Kaltim Bekali Keterampilan Eco-Fashion dan Kriya Berbasis Ecoprint

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Belum Terintegrasinya Data OPD, Dinilai Hambat Perencanaan Kota

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Minta Lampiran Tata Ruang Diperjelas, Joni: Jangan Sekadar Susunan Kata

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Mitigasi Bencana Industri Masuk Prioritas RTRW, Heri Keswanto: Keselamatan Warga Harus Jelas

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Minimnya Alat Pemantau Kualitas Udara di Kawasan Industri

Bontang

Rumah Adat Toraja di Kanaan Segera Dibangun, Dispopar Targetkan Rampung November

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Ketiadaan Sistem Data Infrastruktur Terintegrasi, Joni Alla’ Padang Dorong Digital Map Kota

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Permukiman di Sempadan Sungai, Minta Penegakan Aturan Dipertegas