Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:30 WIB

Sri Puji Astuti: Juknis SPMB Sudah Jelas, Tantangannya Ada di Sosialisasi ke Masyarakat

Sri Puji Astuti: Juknis SPMB Sudah Jelas, Tantangannya Ada di Sosialisasi ke Masyarakat

Sri Puji Astuti: Juknis SPMB Sudah Jelas, Tantangannya Ada di Sosialisasi ke Masyarakat

Bentangkaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan bahwa petunjuk teknis (juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang PAUD, SD, dan SMP Kota Samarinda sebenarnya sudah cukup jelas, namun tantangan terbesar justru terletak pada sejauh mana juknis tersebut benar-benar dipahami dan dipatuhi oleh semua pihak, termasuk masyarakat luas.

Sri Puji menyebut sosialisasi memang telah dilakukan hingga ke tingkat kecamatan dan sekolah-sekolah. Namun berdasarkan pengalamannya saat turun reses, banyak warga di tingkat RT yang masih belum memahami mekanisme SPMB, termasuk ketentuan zonasi yang kerap menjadi sumber kebingungan dan keluhan.

“Sebenarnya juknisnya sudah jelas, daya tampungnya sudah jelas. Sekarang permasalahannya apakah itu ditaati oleh orang-orang di bawahnya. Masyarakat ini yang harus tahu karena mereka pelakunya,” ujar Sri Puji.

Ia mencontohkan, saat reses di Kelurahan Jawa dan Sidodadi, banyak warga mempertanyakan mengapa anak mereka yang tinggal dekat SMP 4 atau SMP 22 tidak diterima di sekolah tersebut, sementara anak dari wilayah lain yang lebih jauh justru bisa masuk. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya jalur tidak resmi dalam proses penerimaan.

Baca juga  Kemiskinan Ekstrem Bontang Zero di AKhir 2024 "Berkat Intervensi Bareng Lembaga Amal dan OPD Terkait"

“Banyak yang mempertanyakan, ada yang dekat SMP 22 kok tidak keterima? Malah anak dari jauh yang keterima. Itu jadi banyak pertanyaan. Mungkin pakai jalur belakang,” sindir Sri Puji tegas.

Sri Puji mendorong Disdikbud untuk memperluas dan mengintensifkan sosialisasi SPMB hingga ke tingkat RT, tidak hanya mengandalkan spanduk di depan sekolah atau media sosial. Ia menekankan keterbukaan informasi kepada masyarakat adalah kunci agar proses penerimaan murid baru berjalan transparan, adil, dan sesuai aturan.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Samarinda ini juga mengingatkan orang tua agar tidak memaksakan anak bersekolah di sekolah negeri tertentu hanya karena gengsi atau faktor lain. Menurutnya, pemaksaan itu justru kerap berujung pada anak yang enggan bersekolah ketika tidak diterima di sekolah yang diinginkan, sehingga menambah angka putus sekolah di Kota Samarinda.

Baca juga  Danau Pengabdian Para Pendidik: Kutim Rayakan Hari Guru dengan Penuh Kehormatan

Mekanisme sosialisasi yang disepakati dalam forum mencakup pemasangan spanduk di depan sekolah, penyebaran informasi melalui media sosial, serta penginformasian melalui jaringan RT. Sri Puji menekankan bahwa pendekatan tiga jalur tersebut harus dijalankan secara serentak dan konsisten agar pesan tentang juknis SPMB benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sosialisasi tersebut digelar sebagai bagian dari persiapan teknis SPMB tahun ajaran baru, dengan harapan proses seleksi penerimaan murid baru di Kota Samarinda semakin transparan, merata, dan bebas dari praktik-praktik di luar ketentuan.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00

Advertorial

Bukan Sekadar Lomba, Mission Challenge Badak LNG Satukan Warga Kompleks

Advertorial

Ketua DPRD Bontang Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Advertorial

Kuota Gas Melon Bontang Diproyeksi Turun, DPRD Dorong Pengawasan Diperketat

Advertorial

Pemadaman Listrik Bontang Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Tahun, DPRD Minta PLN Perkuat Informasi